[prisna-google-website-translator]

MEMBANGUN EKONOMI KERAKYATAN BERBASIS WISATA

BANGUN EKONOMI KERAKYATAN BERBASIS WISATA

Bangun Ekonomi Kerakyatan Berbasis wisata.Blitar – Pemerintah Kabupaten Blitar berupaya maksimal untuk memasarkan potensi wisata termasuk kawasan wisata di pedesaan. Tujuannya, mengenalkan obyek wisata yang ada di beberapa desa sehingga wisatawan baik lokal maupun mancanegara mengetahui dan mengunjungi obyek wisata tersebut. Salah satu cara mengenalkan obyek wisata yakni dengan menggandeng onlineshop yang sudah branding. Hal ini mengemuka pada kegiatan pemasaran wisata desa di Ruang  Perdana, Selasa (20/2).

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Pemuda Olahraga Kabupaten Blitar, Luhur Sedjati, S.Pd, M.Pd menyampaikan, kegiatan pemasaran wisata desa ini diantaranya bertujuan meningkatkan peran dan fungsi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Diharapkan Pokdrawis bisa mengelola obyek wisata dengan memperhatikan misalnya MCK dan warung makan yang  area parkirnya memadai. Selama ini baik MCK maupun warung makan masih banyak yang seadanya. Luhur Sedjati juga mengungkapkan, jumlah obyek wisata yang terdaftar pada Tahun 2017 di Kabupaten Blitar sekitar 40 lokasi wisata. Dari jumlah lokasi tersebut, keberadaan homestay masih sangat minim. Disarankan, pengelola lokasi wisata bisa membangun homestay yang rapi, bersih dengan hidangan masakan desa. Selain itu, marketing potensi wisata bisa menggunakan media sosial.

Sementara itu Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Drs. Miftachudin, MM menyampaikan bahwa, pengelolaan obyek wisata harus melibatkan masyarakat setempat atau masyarakat yang berdekatan dengan lokasi obyek wisata. Juga didukung sarana dan prasarana termasuk pengembangan produk unggulan. Produk unggulan baik berupa kerajinan atau makanan khas Kabupaten Blitar bisa dipasarkan di sekitar obyek wisata. Dan tugas Pokdarwis turut memberi stimulan agar masyarakat disekitar lokasi bisa berinovasi. Ini juga dalam rangka mendukung Gerakan Ayo Bela dan Beli Produk Blitar.

Lebih lanjut dia menyampaikan, Kabupaten Blitar memiliki potensi wisata yang banyak. Mulai wisata sejarah, budaya, wisata alam juga wisata kuliner. Masyarakat maupun Pokdarwis diharapkan bersinergi sehingga memudahkan investor masuk. Dengan demikian pengelolaan lokasi wisata bisa lebih maksimal, ini artinya turut membangun ekonomi kerakyatan berbasis wisata.

Pelatihan yang digelar 2 hari yakni 20-21 Pebruari 2018 dengan peserta Pokdarwis ini dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama marketing wisata dan sesi kedua pembelajaran outdoor yakni pembuatan video obyek wisata yang layak untuk dipublikasikan. Sehingga diharapkan pelatihan ini benar-benar bermanfaat, bisa mendorong kunjungan wisatawan ke Kabupaten Blitar. Mengingat target Tahun 2018, kunjungan wisatawan sekitar 1.750.000, sedangkan jumlah kunjungan Tahun 2017 yaitu 1.727.953  dari target yakni 1.720.000 orang. (Humas)

BERITA KEMARIN KLIK DISINI

Pemerintah Kabupaten Blitar berupaya maksimal untuk memasarkan potensi wisata termasuk kawasan wisata di pedesaan. Tujuannya, mengenalkan obyek wisata yang ada di beberapa desa sehingga wisatawan baik lokal maupun mancanegara mengetahui dan mengunjungi obyek wisata tersebut. Salah satu cara mengenalkan obyek wisata yakni dengan menggandeng onlineshop yang sudah branding. Hal ini mengemuka pada kegiatan pemasaran wisata desa di Ruang  Perdana, Selasa (20/2).

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Pemuda Olahraga Kabupaten Blitar, Luhur Sedjati, S.Pd, M.Pd menyampaikan, kegiatan pemasaran wisata desa ini diantaranya bertujuan meningkatkan peran dan fungsi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Diharapkan Pokdrawis bisa mengelola obyek wisata dengan memperhatikan misalnya MCK dan warung makan yang  area parkirnya memadai. Selama ini baik MCK maupun warung makan masih banyak yang seadanya. Luhur Sedjati juga mengungkapkan, jumlah obyek wisata yang terdaftar pada Tahun 2017 di Kabupaten Blitar sekitar 40 lokasi wisata. Dari jumlah lokasi tersebut, keberadaan homestay masih sangat minim. Disarankan, pengelola lokasi wisata bisa membangun homestay yang rapi, bersih dengan hidangan masakan desa. Selain itu, marketing potensi wisata bisa menggunakan media sosial.