ternak

Hal yang berbeda dari kontes ternak sebelumnya, Tahun 2013, kontes ternak di Kabupaten Blitar ditandai dengan peresmian Pasar Hewan Terpadu Srengat oleh Bupati Blitar, H. Herry Noegroho yang didampingi Wakil Bupati Blitar, H. Rijanto dan Ketua DPRD, Guntur Wahono, Selasa (14/5).
Dalam sambutannya, Bupati Blitar mengungkapkan, Kabupaten Blitar bertekad untuk menjadi suatu daerah yang unggul dan mampu bersaing di tingkat regional dan nasional ditengah era globalisasi saat ini, terutama sektor peternakan. Ini mengingat, Tahun 2014 Pemerintah Pusat telah mencanangkan bahwa negara sudah mampu mencapai swasembada daging sapi. Apalagi berdasar hasil pendataan nasional sapi dan kerbau pada tahun 2011 yang lalu ternyata jumlah populasinya jauh melebihi dari prediksi selama ini sehingga mampu untuk menjaga keseimbangan penyediaan dan permintaan daging. Menurutnya, pemerintah telah menerapkan kebijakan yang sangat tepat yakni pembatasan kuota gading impor sapi bakalan dan daging. Pada Tahun 2011 kuota impor sebesar 34,91%, Tahun 2012 menurun menjadi 18,63%, Tahun 2013 menurun lagi menjadi 13,69%. Bahkan Tahun 2014 ditargetkan menurun menjadi 9,83% yang telah bisa dikategorikan mencapai swasembada.
Lebih lanjut orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini mengatakan, ternak sapi potong di Kabupaten Blitar saat ini telah mencapai 200 ribu ekor, sapi perah 21 ribu ekor dan angka kelahiran kedua komoditi ini mencapai 40 ribu ekor per tahun. Sedangkan populasi kambing/domba mencapai 133 ribu. Sementara populasi yang cukup menonjol adalah ayam ras petelur yang mencapai 15 juta ekor dengan produksi telur mencapai 450 ton per hari. “Untuk itu, kegiatan kontes ternak semacam ini sangat berguna untuk memotivasi, memfasilitasi masyarakat peternak dalam rangka meningkatkan kuantitas maupun kualitas ternaknya dalam mendukung program nasional swasembada daging tahun 2014,’ ujarnya. Ini dengan tetap menerapkan sistem budidaya ternak yang baik dan ramah lingkungan.
Sementara itu terkait dengan pasar hewan terpadu, Bupati Blitar berharap bisa difungsikan sebaik-baiknya mengingat pasar ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas antara lain; tenaga kesehatan hewan, peralatan timbangan serta alat pemeriksa kebutingan ternak. Diakhir sambutannya Bupati Blitar juga mengharapkan, pada kontes ternak se Jawa Timur yang akan digelar di Pasar Hewan Terpadu Wlingi Juni mendatang, Kabupaten Blitar bisa meraih juara.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Peternakan Jawa Timur, drh. Irawan mengaku optimis, jika Kabupaten Blitar akan mampu meraih juara. Ini setelah dia melihat hasil ternak sapi maupun domba yang bagus di lokasi tersebut.
Sebelumnya Ir. Mashudi, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Blitar dalam laporannya mengatakan, ada beberapa kategori dalam kontes tersebut yakni; ekstrim, Kereman Persilangan hasil IB, calon kereman persilangan hasil IB, induk sapi persilangan IB, calon induk persilangan hasil IB, calon induk sapi perah dan calon induk sapi PO. Kontes ternak yang diikuti peternak kambing dan sapi dari Blitar, Nganjuk, Kediri dan Tulung Agung ini bertujuan untuk memberikan informasi, promosi sekaligus gambaran investasi bagi investor tentang ternak di Kabupaten Blitar. Selain memberikan penghargaan kepada peternak yang berprestasi, Bupati Blitar juga memberikan penghargaan kepada sejumlah inseminator terbaik dari berbagai kecamatan. Sekedar catatan, petugas inseminator berprestasi yakni; M. Abduh Hidayatullah dari Kecamatan Binangun, Imron Pantoko (Wates) dan Rofik (Nglegok). Sedangkan ternak sapi kategori ekstrim diraih oleh Warno dari Ngaglik Srengat dengan nilai 429,1, sedangkan kelas kambing PE ekstrim nama kambing Suryo Kencono milik Suroso dari Blitar.Dewan juri dari kontes tersebut dari dari Universitas Airlanggga.(humas)