Salah satu penggerak roda perekonomian di Kabupaten Blitar adalah sektor industri, khususnya industi kecil rumah tangga yang jumlahnya mencapai 99,64%, namun begitu, apabila dilihat dari komposisi PDRB Kabupaten Blitar, sektor industri hanya memberikan kontribusi sebesar 2,55 % sehingga dengan jumlah prosentase tersebut kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan perluasan lapangan kerja masih relatife kecil. Hal tersebut sedikit banyak disebabkan oleh masih dominanya industri kecil rumah tangga mencapai 687 unit (formal) dan 11.378 (non formal). Adapun jangkauan pemasaran hasil industri kecil tersebut sebagian besar untuk memenuhi kebutuhan pangsa pasar lokal dan regional dan sedikit eksport.
Sesuai data yang di peroleh dari dinas perindustrian dan perdagangan Kabupaten Blitar, gambaran industri kecil Kabupaten Blitar menurut sensus kelompok industri adalah sebagai berikut :
|
No
|
Jenis Industri
|
Jumlah Unit Usaha
|
Jumlah Tenaga Kerja (org)
|
|
1
|
Industri Kecil Formal
|
|
|
|
|
- Industri Hasil Pertanaian dan Kehutanan
|
462
|
3.723
|
|
|
|
163
|
651
|
|
|
- Industri iogam, mesin dan Kimia
|
53
|
214
|
|
2
|
Industri Kecil Non Formal
|
|
|
|
|
- Industri Hasi Pertanian dan Kehutanan
|
.748
|
17.110
|
|
|
|
4.955
|
20.948
|
|
|
- Industri logam, mesin dan Kimia
|
110
|
475
|
Dari tabel diatas dapat kita ketahui bahwa profil industri kecil formal didominasi oleh kelompok industri hasil pertanian dan kehutanan dimana hal ini sesuai dengan potensi Kabupaten Blitar di sektor pertanian khususnya peternakan yang memiliki pangsa pasar berskala nasional.
Adapun jenis industri andalan Kabupaten Blitar adalah pengolahan minyak kenanga 4 unit yang ada di Desa Kebonduren, Langon, dan Togogan. Pengolahan minyak atsiri daun cengkeh dan daun nilam di Desa Resapombo Kecamatan Doko. Industri Gula Kelapa mencapai 5.366 unit tersebar diseluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Blitar.