PAWAI BUDAYA OGO-OGOH RAMAIKAN PERAYAKAN NYEPI UMAT HINDU DS. SEMEN KECAMATAN GANDUSARI
Upload by - Kamis, 14 Maret 2013
Perayaan Nyepi bagi umat hindu di daerah Semen Kecamatan Gandusari yang digelar pada tanggal 11 Maret 2013 kemarin terasa sangat berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Ribuan orang memadati jalan mulai dari kantor Ds. Semen hingga lapangan Dusun Tegalrejo. Antusias warga sangat tinggi untuk menyaksikan pawai budaya tawur agung atau sering dikenal dengan sebutan pawai ogoh-ogoh yang digelar oleh umat hindu di daerah ini. Sebuah Raksasa besar yang menggambarkan sifat-sifat jahat yang sering ada pada diri manusia seperti keserakahan. kemungkaran, dan kedengkian itu dikirab untuk kemudian dibakar ditengah lapangan. Dengan membakar raksasa tersebut diyakini akan menghilangkan sifat-sifat buruk manusia yang pada akhirnya akan menjadi manusia yang baik dan terhindar dari sifat-sifat yang tidak terpuji. Sebelum pembakaran raksasa dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan upacara adat oleh para pemangku umat. Turut hadir dalam acara tersebut Muspika Kecamatan Gandusari, Kadin PORPUDPAR, Dinas Perhubungan Kominfo, Kades Semen dan beberapa tokoh masyarakat sekitar. Sorak sorai penonton begitu menggema saat kobaran api mulai menyentuh kepala raksasa yang akhirnya menjadi puncak berkobarnya api tersebut. Beberapa pemangku umat memesan agar abu roh jahat yang telah dibakar untuk dapatnya disimpan. Pawai ini unik dan menarik dan tentunya perlu terus dikembangkan untuk menambah khasanah budaya kita. Tidak mustakhil bila pawai iogoh-ogoh ini akan bisa menarik kunjungan wisatawan baik domestic maupun mancanegara dimasa-masa mendatang. (Huda, Dishubkominfo).