Kehutanan dan Perkebunan

  • 0 Comments
  • 15 June 2012

            Lahan bukan sawah yang berupa hutan rakyat di Kabupaten Blitar seluas 1.845 Ha. Penggunaan lahan untuk hutan Negara secara statistik selama lima tahun terakhir tidak mengalami perubahan signifikan yaitu seluas 23.915 Ha. Sementara itu luas hutan yang dikelola Perum Perhutani KPH Blitar sampai dengan tehun 2010  mencapai seluas 34.968,9 Ha.

Selama tahun 2002 s/d 2008 luas lahan kritis di wilayah Kabupaten Blitar pengalami penurunan yang cukup signifikan dengan adanya program GERHAN yang digulirkan oleh pemerintah. Sampai dengan tahun 2008 penurunan lahan kritis di Kabupaten Blitar yang mencapai 18.130 Ha (70,77%) dari luas lahan kritis di Kabupaten Blitar yang mencapai 25.617 Ha. Diharapkan pada tahun 2009 luas lahan kriis seluas 7.487 Hal tersebut dapat diubah menjadi hutan rakyat melalui program GERHAN. Kecamatan memiliki lahan kritis paling luas adalah Kecamatan Panggungrejo (5.801 Ha) dan yang paling sedikit adalah Kecamatan  Ponggok (67 Ha). Sedangkan 8 Kecamatan di Kabupaten Blitar tidak memiliki lahan kritis.

Areal hutan di Kabupaten Blitar seluas  34.966 Ha dimana di Kecamatan Wonotirto terdapat kawasan hutan Negara paling luas dibandingkan dengan Kecamatan lainnya yaitu seluas 4.547,5 Ha. Selain itu Kecamatan Panggungrejo juga memiliki kawasan hutan Negara seluas 4.152,5 Ha. Sedangkan Kecamatan Kanigoro , Talun, Srengat, Wonodadi dan Udanawu tidak terdapat kawasan hutan.

Perkebunan

Tanaman perkebunan terdiri dari tanaman semusim tanaman tahunan serta tanaman obat-obatan. Tanaman semusim terdiri dari tebu dan tembakau (Lokal dan Virginia), sedangkan tanaman tahunan terdiri dari kenaga, cengkeh, kopi, kakao, kapuk randu, kelapa dan lada. Selain itu tanaman obat-obatan diantaranya jahe, temulawak, kencur, kunyit dan laos. Produksi kelapa yang sangat melimpah memberikan Kontribusi bagi industri gula kelapa yang banyak di kembangkan di Kabupaten Blitar.