PEMERINTAH PROVINSI LARANG KERAS PENAMBANGAN PASIR LIAR DISEPANJANG ALIRAN SUNGAI BERANTAS

Sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2005 tentang Pengendalian Usaha Pertambangan Bahan Galian Golongan C, Penambangan pasir liar di sepanjang sungai Brantas dilarang keras. Di mana di Jawa Timur terdapat 10 Kabupaten dan Kota sepanjang aliran Sungai Brantas, diantaranya Kabupaten Blitar, Tulungagung, Kabupaten dan Kota Kediri, Kabupaten Jombang, Nganjuk, Kabupaten dan Kota Mojokerto serta Kabupaten Sidoarjo. Secara rutin Satpol PP Provinsi Jawa Timur melakukan penertiban kepada penambang pasir liar di sepanjang aliran Sungai Brantas dan pada Rabu 19 Desember 2012 giliran Kab. Blitar. Dimana Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jawa Timur dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Blitar bersama Tim Gabungan TNI Polri gelar operasi penambang pasir liar di sepanjang sungai Brantas di wilayah Kabupaten Blitar. Bahkan dari hasil razia yang digelar pada Rabu 19 Desember 2012 sejak pukul 12.00 hingga pukul 15.00 WIB berhasil mengamankan sekitar 5 buah mesin mekanik penghisap pasir dari lokasi penambangan liar di Desa Gandekan Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar. Kepala Satpol PP Kabupaten Blitar, Toha Mashuri, dalam pelaksanaan Operasi penertiban penambangan pasir liar ini diikuti sekitar 100 personil yang terdiri dari Tim Gabungan dari Anggota Satpol PP Provinsi Jawa Timur, Anggota Satpol PP Kabupaten Blitar, Anggota Polres Kota Blitar dan Kodim 0808 Blitar beserta CPM Blitar. Menurutnya para penambang pasir liar sudah diberikan peringatan untuk menghentikan aktifitasnya, namun sampai saat ini tetap melaksanakan aktifitasnya. Sedangkan untuk lokasi operasi Das Brantas di wilayah Kabupaten Blitar. Menruut keterangan Kepala Bidang Operasional Trantib Satpol PP Provinsi Jawa Timur kali ini berada di Desa Gandekan Kecamatan Wonodadi, dimana lokasi tersebut masih aktif melakukan penambangan liar dari sejumlah lokasi yang ada di Kabupaten Blitar. Selain menegakkan perda, juga dikhawatirkan kerusakan lingkungan di sepanjang aliran Sungai Brantas akan cepat terjadi dan akan banyak menimbulkan kerugian di masyarakat.

 

Sumber Berita : Humas

Komentar