Blitar Aman Penimbunan Solar

Upload by - Selasa, 23 April 2013

Kelangkaan bahan bakar jenis solar yang terjadi disejumlah wilayah di Indonesia termasuk di Blitar belum ada indikasi terjadi penimbunan. Kendati demikian, pihak Polresta tetap melakukan  antisipasi sekaligus melakukan penertiban antrean. Kendaraan yang antre tetap di pinggir jalan, supaya tidak mengganggu arus lalu lintas.  Bahkan, warga yang mengantri dihimbau tidak  menyalakan korek api yang bisa memicu terjadinya kebakaran. Demikian ungkapan Kapolresta Blitar, Indarto saat mendampingi Wakil Bupati Blitar, H. Rijanto ketika melakukan inspeksi mendadak di beberapa SPBU di Blitar, Senin (22/4).

Sementara itu, Wakil Bupati Blitar, H.Rijanto dalam kegiatan tersebut mengungkapkan, jenis antrian kendaraan tidak hanya kendaraan pribadi, truk, namun juga ledok, kendaraan selip gabah. Untuk itu orang nomor dua di Kabupaten Blitar  ini berharap, masyarakat bisa bersabar dan mematuhi himbauan dari pihak berwajib untuk rapi antre  tidak mengganggu arus lalu lintas serta tidak menyulut api di lokasi SPBU.

"Mudah-mudahan kondisi kembali normal," ujar Wabup.

Ditempat yang sama, satu diantara pemilik SPBU saat dikonfirmasi mengatakan, di Srengat antrean kendaraan  mencapai lebih dari 1 km.  Sementara pasokan solar  yang sebelumnya 16 ribu liter, menjadi 8 ribu liter per hari. Untuk jumlah pembelian dari kendaraan maksimal 400 ribu rupiah per hari sekali pembelian. Sedangkan untuk jurigen 100 ribu rupiah per hari sekali pembelian. Sehingga dalam waktu 2 jam,  8 ribu liter tersebut sudah habis terjual.  Diungkapkan pula, tujuan dari pembatasan solar ini supaya harga tidak melonjak sehingga masyarakat tidak resah.

Sekedar catatan, beberapa SPBU  yang sempat dikunjungi oleh orang nomor dua di Kabupaten Blitar ini, antrean tampak di SPBU Srengat dan Bendo, sedangkan SPBU Bagelenan tidak tampak antrean. Pasalnya, sejak Jumat menurut pengakuan pemilik SPBU, pasokan solar kosong. (humas)