PEMUDA, PENERUS TRADISI KERUKUNAN

Upload by - Rabu, 24 April 2013

Sesuai tema, “ Melalui Forum Pemuda Lintas Beragama Kita Ciptakan Kerukunan dan Harmonisasi Kehidupan Umat Beragama di Kabupaten Blitar,”, Wakil Bupati Blitar, H. Rijanto menegaskan, masalah agama masih dapat diselesaikan secara baik, berkumpul/bermusyawarah. Termasuk dikalangan  pemuda yang notabene berbeda suku, ras dan agama. Pemuda sebagai penerus bangsa mempunyai posisi dan peran strategis menciptakan kerukunan. Untuk  itu, menjelang pemilihan kepala daerah, legislatif diharapkan para pemuda khusunya di Blitar tetap bersikap netral, menjaga situasi tetap kondusif.

               Dalam gelar  Lokakarya Kerukunan Umat Beragama, Selasa (23/4) di Hotel Patria Plaza, orang nomor dua di Kabupaten Blitar ini  juga berpesan, jika ada masalah, kaum muda diharapkan menyelesaikan masalah dengan jalur musyawarah dan menghindari aksi demonstrasi yang bersifat anarkhis.

               Sementara itu, H. Kasno Sudaryanto, Sekretaris FKUB Jawa Timur  sebagai nara sumber  dalam acara tersebut menjelaskan, pemuda yang notabene adalah penerus estafet kepemimpinan bangsa  saat ini dihadapkan pada problematika yang sungguh kompleks, antara lain pengangguran, krisis mental , krisis eksistensi, dan dekadensi moral. Selain itu budaya permisif  sudah masuk di kalangan pemuda, serba instan dan cenderung menjadi manusia anti sosial. Belum lagi bahaya narkoba, pergaulan bebas, sikap westernisasi culture yang memang sudah merajalela di Indonesia. Agama adalah pondasi utamanya untuk  meminimalisisr hal tersebut. Untuk itu, perlu ditanamkan empat dimensi dalam agama yaitu; dimensi iman, dimensi hukum-hukum agama yang emngikat pemeluuknya, diemnsi kemanusiaan dan dimensi sosial budaya.

               Ditambahkannya, selain itu perlu adanya kegiatan-kegiatan yang emnumbuhkan kesadaran toleransi dan kerukunan antar umat beragama antara lain; dialog, yakni dialog kehidupan, aksi/karya, teologi dan dialog pengalaman religi/spiritual. Sementara kegiatan pendukung penguatan sikap toleransi dan kerukunan yakni; mengembangkan kearifan lokal, dukungan politik pemerintah untuk mewujudkan kerukunan, kesepakatan bersama tentang adanya etika publik hubungan antar umat beragama. Kegiatan pemuda antar agama yang membangkitkan semangat kerukunan menurutnya bisa dengan kegiatan saresehan dan diskusi pemuda/generasi 

muda antar umat beragama untuk memperoleh titik persamaan dan memahami perbedaan, kegiatan pentas seni lintas  seni dan budaya pelatar SLTA Antar Umat Beragama, kegiatan bersama menanam pohon atau semua bentuk kegiatan sosial kemanusiaan, bukan pencampuran keyakinan dan akidah agama atau ritual keagamaan yang bersifat internal agama.

               Sekedar cacatan,  FKUB Jatim telah melakukan upaya dalam bentuk pembekalan dan korelasi bagi pemuda antar umat beragama dalam bentuk dialog Pemuda Lintas Agama. Kegiatan tersebut meliputi;  semiloka peningkatan wawasan kebangsaan bagi agamawan muda  di tahun 2007, Temu Remaja Lintas Agama dan Budaya di jatim tahun 2009, rakor FKUB dan TEMU Generasi Muda Antar Umat Beragama di jakarta Tahun 2011.(humas)