PEMILU KADA, JATIM HARUS KONDUSIF

Upload by - Senin, 06 Mei 2013

Pemilihan Umum Kepala Daerah untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur yang rencananya akan digelar 29 Agustus 2013 mendatang sudah mulai dipersiapkan oleh penyelenggara pesta demokrasi tersebut, termasuk sosialisasi keamananan dan ketertiban masyarakat. Tujuannya, situasi dan kondisi wilayah tetap kondusif.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Drs.Ec. Akhmad Husein Msi, saat membacakan sambutan Bupati Blitar pada kegiatan  Pembukaan Sosialisasi Kemanan dan Ketertiban Masyarakat Dalam Rangka Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Jawa Timur, Senin, 6 Mei 2013 di Blitar mengungkapkan, perkembangan situasi akhir-akhir ini banyak diwarnai dengan kejadian yang berpotensi menganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Namun,  dari beberapa kejadian tersebut tidak berpengaruh terhadap situasi dan kondisi di wilayah kabupaten maupun Kota Blitar. Tentunya ini berkat  kesiapan dan kesigapan aparat pemerintah serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga dan memelihara kemanan serta ketertiban masyarakat. Kendati demikian, Bupati Blitar berharap, untuk tidak lengah, harus tetap meningkatkan kewaspadaan agar situasi tetap kondusif.

Orang nomor satu di Kabupaten Blitar juga mengatakan, pengalaman pelaksanaan pemilihan umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah pada periode waktu yang lalu masih dapat menjadi acuan pelaksanaan nantinya di lapangan. "Harapannya, sejak menjelang pelaksanaan sampai dengan pasca pelaksanaan pemilihan kepala daerah tersebut, keamanan tidak terganggu," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Blitar juga mengingatkan bahwa, pada Tahun 2013 merupakan tahun politik. Artinya, banyak agenda pesta demokrasi digelar, antara lain; pilkades serentak yakni 149 desa yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Oktober, serta 20 pilkades di luar pilkades serentak yang dilaksanakan sepanjang Tahun 2013. Terkait padatnya kegiatan  tersebut, tentunya kondisi keamanan dan ketertiban umum harus mendapatkan perhatian yang serius baik oleh pemerintah maupun aparat keamanan.

Dihadapan sekitar 150 undangan yang terdiri dari seluruh camat Kabupaten/Kota Blitar, Kepala SKPD terkait, Kapolsek, dan Danramil, Bupati Blitar juga mengajak, dalam sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan efektifitas kerjasama dan koordinasi antara instansi penanggung jawab pelaksanaan pengamanan pemilihan Kepala Daerah dengan instansi pendukung. Dengan demikian akan tercipta suatu sinergitas yang solid dapat menghasilkan kinerja yang baik.Selain itu, Bupati Blitar juga mengajak menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif dengan meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi dini terhadap setiap potensi yang dapat mengganggu situasi social politik, meningkatkan tindakan deteksi dini dan cegah dini terhadap setiap gejala yang timbul dalam masyarakat agar tidak sampai berkembang menjadi konflik secara terbuka.

Sementara itu, Kepala Bidang Kewaspadaan Badan  Kesatuah Bangsa dan Poilitik Provinsi Jawa Timur, Edy Mulyono  dalam laporannya mengatakan, kegiatan sosialisasi ini berdasar pada Program Kerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan tujuan, meningkatkan efektifitas kerja Badan Kesbangpol Kabupaten/Kota seluruh Jawa Timur, inventarisir sekaligus identifikasi gejala yang timbul dalam ketertiban dan keamanan masyarakat. Disebutkan pula, acara itu menampilakn  paparan dari 3 narasumber, yakni, dari Polda Jatim, Kodam V Brawijaya dan Dinas Kominfo Provisi Jawa Timur. Letkol Inf Sunaryo, Dandim 0808 Blitar memaparkan, Deteksi dini (Deni) dan Cegah Dini (Ceni) harus tetap mengikutsertakan tokoh masyarakat, ulama. Dan ini dilaksanakan secara terpadu  melibatkan Polsek, Koramail, pihak kecamatan serta instansi terkait. Sementara itu Dishubkominfo Provinsi Jatim menjelaskan, fasilitasi pelaksanaan PILKADA yang meliputi:

  1. Membantu Komisi pemilihan Umum Daerah dalam mengatasi hal-hal teknis penyelenggaraan pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah;
  2. b.Menjaga dan memelihara kondisi masyarakat yang kondusif, tertib dan aman dalam pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah;
  3. c.Membantu Komisi Pemilihan Umum Daerah dalam penyelesaian pendaftaran pemilih secara optimal di daerah bagi seluruh masyarakat di daerah masing-masing yang memiliki hak pilih;
  4. d.Memberikan dukungai sarana prasarana yang diperlukan dan memfasilitasi proses distribusi logistik tepat waktu dan serta bekerjasama dengan instansi terkait.

Sedangkan Aplikasi Pendukung Pemilu Kepala Daerah meliputi;

  1. Via SMS (SMS Gateway), digunakan sebagai entry data dari kecamatan melalui ponsel (sms)
  2. Via WEB, digunakan untuk melihat, maintenance data yang masuk.

Sekedar mengingatkan, sebelumnya Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemerintah Kabupaten Blitar pernah menggelar Rapat Koordinasi  Tim Koordinasi dan fasilitasi Dukungan Kelancaran Pelaksanaan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2013, Drs.Ec. Akhmad Husain Msi, di Ruang Perdana, Selasa (30/4). Dalam kegiatan itu disebutkan, persoalan umum yang terjadi dalam pemilu antara lain; sosialisasi pemilukada, akurasi data pemilih, konflik internal parpol, pelaksanaan kampanye, netralitas PNS/aparatur, keamanan, isu money politic serta derajat kedewasaan masyarakat dalam berpolitik.(humas)