POTENSI BENCANA TINGGI, PEMKAB/PEMKOT HARUS MEMBENTUK FORUM KEWASPADAAN DINI MASYARAKAT

Upload by - Selasa, 28 Mei 2013

Kepala Bidang Kepaswadaan Dini Bakesbangpol Propinsi Jawa Timur Edi Mulyono mengungkapkan, karena potensi bencana cukup tinggi, pemerintah kabupaten/kota harus membentuk Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat. Menurutnya dari 38 Kab/Kota di Jawa Timur ada 7 daerah yang hingga kini belum membentuk Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat, padahal ini sudah diamanatkan dalam Permendagri No. 12 Tahun 2006 tentang Kewaspadaan Dini Masyarakat di daerah. Untuk itu, daerah yang belum membetuk FKDM diminta segera melakukan pembentukan, mengingat potensi bencana cukup yang besar, baik bencana yang disebabkan perang, alam, dan ulah manusia. Bencana-bencana ini bisa mengakibatkan kerugian harta benda, kerusakan lingkungan, kerusakan sarana prasarana fasilitas umum, serta menimbulkan gangguan terhadap tata kehidupan dan penghidupan masyarakat. Menurut Edy Mulyono, dengan adanya FKDM di masing-masing daerah, ketika muncul konflik dapat diantisipasi sejak dini.
Edy menambahkan, FKDM bertugas menjaring, menampung, mengkoordinasikan, mengkomunikasikan data dan informasi dari masyarakat. Mengenai potensi ancaman keamanan, gejala atau peristiwa bencana dalam rangka upaya pencegahan dan penanggulangan secara dini, juga memberikan rekomendasi sebagai pertimbangan bagi Bupati/Walikota mengenai kebijakan yang berkaitan dengan kewasppadaan masyarakat.
Sementara itu, pada Senin 27 Mei 2013 dilakukan rapat koordinasi Fasilitasi Pembentukan FKDM Kab/Kota di Jawa Timur, dengan agenda, penyampaian Sosialisasi Permendagri No. 12 Tahun 2006 tentang Kewaspadaan Dini Masyarakat dengan nara sumber Ketua FKDM Jatim, Prof. H Soenyono, kemudian penyampaian materi Peran FKDM dalam menangani Problematika di Wilayah Jatim oleh FKDM Propinsi Jatim, Drs. Mashuri dan terakhir Implementasi Program FKDM Kabupaten Blitar dengan pembicara Ahmad Tamim. Kegiatan siang itu di ikuti oleh seluruh perwakilan seluruh pemerintah di Jawa Timur. (IR-DIshubkominfo)