LOMBA KELURAHAN, DORONG MASYARAKAT UNTUK MEMBANGUN

Upload by - Jum'at, 07 Juni 2013

Kelurahan Wlingi Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar masuk empat besar dalam penilaian lomba desa/kelurahan tingkat Provinsi Jawa Timur. Harapannya dalam ajang kali ini, Kelurahan Wlingi bisa mewakili Jawa Timur ke tingkat nasional dalam lomba serupa. Demikian disampaikan Wakil Bupati Blitar, H. Rijanto dalam sambutannya pada acara penilaian perlombaan desa dan kelurahan di Gedung Kelurahan Wlingi, Jumat (7/6).
Dihadapan Ketua Tim penilai dan rombongan dari Provinsi Jawa Timur , orang nomor dua di Kabupaten Blitar juga menjelaskan, beberapa hal yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Blitar dalam rangka pembinaan desa dan kelurahan melalui beberapa hak antara lain; bidang regulasi dimana telah dibuat 12 Perda dan 19 Peraturan Bupati serta beberapa Keputusan sebagai dasar pelaksanaannya. Sementara dibidang penguatan kapasitas aparatur Pemerintah Desa/Kelurahan serta Lembaga telah dilakukan pembinaan dan bimbingan teknis/ pelatihan dalam hal perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban serta evaluasi di bidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Terkait hal ini, Tim Penilai Kabupaten Blitar telah menetapkan Kelurahan Wlingi Kecamatan Wlingi sebagai juara satu lomba desa/kelurahan di tingkat Kabupaten Blitar. Penilain ini berdasarkan ketentuan dari Depdagri ditambah kebijakan-kebijakan pemerintah lain seperti Pengisian Profil Desa/Kelurahan secara online.
Dijelaskan pula, tolok ukur kriteria 8 indikator yang menonjol di kelurahan ini diantaranya; bidang Pendidikan yakni adanya gerakan sadar pendidikan melalui gerakan mematikan televisi pada jam-jam belajar, indikator bidang kesehatan yaitu adanya gerakan desa siaga aktif sehingga Kelurahan Wlingi mampu menjadi juara II Lomba Lingkungan bersih dan sehat Tingkat Nasional pada tahun 2011, dibidang pmerintahan mewujudkan pelayanan one day service, bidang ekonomi kerakyatan yaitu berkembangnya kelompok tani Lumpang Mas menjadi Lumpang Mas Tahan Kencana, Bidang Keamanan dan Ketertiban yaitu mengembangkan warung Kamtibmas yang notabene merupakan warung informasi terhadap pencegahan dan penanganan masalah keamanan, Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM), indikator keenam yakni bidang Lembaga Kemasyarakatan yaitu dengan mengembangkan Lembaga keswadayaan masyarakat, lembaga budaya, kebersihan, Bidang Partisipasi Masyarakat dengan menggerakkan partisipasi masyarakat dalam bidang pemerintahan, kegiatan keagamaan hampir 90% dibiayai oleh masyarakat dan yang terakhir indikator Bidang pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga yakni dengan bina Keluarga TKI, Bina Keluarga Lansia yang jika awalnya dana awal 400 ribu sekarang berkembang menjadi 75 juta rupiah.
Wakil Bupati Blitar berharap dengan kriteria tersebut, Kelurahan Wlingi mampu meraih jawara selain itu, Pemerintah Kabupaten Blitar bisa mengetahui tingkat perkembangan, juga sebagai bahan evaluasi kebijakan Pemerintahan Desa/ Kelurahan yang pada akhirnya mewujudkan tata kelola Pemerintahan desa/ kelurahan yang baik khususnya di Kelurahan Wlingi.
Sementara itu Ketua Tim Penilai, Suriaman,SH,Msi dalam sambutannya mengatakan, lomba desa/kelurahan ini sebagai sarana mendorong masyarakat untuk membangun. Untuk itu, dari 8 indikator tersebut diharapkan Kelurahan Wlingi yang merupakan Kelurahan pertama yang dikunjungi dalam kegiatan lomba bisa membuktikan kebenaran sesuai dengan penilain administrasi dan presentasi yang pernah dilakukan beberapa waktu di Surabaya.
Lebih lanjut dijelaskan, lomba desa/kelurahan sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan perlombaan desa/kelurahan awalnya diikuti 33 kabupaten/kota seluruh Jawa Timur. Kemudian dari jumlah tersebut mengerucut menjadi 24 desa dan 10 kelurahan yang lolos kepenilain selanjutnya. Dari jumlah itu masih mengecil lagi menjadi 4 besar, yaitu empat desa dan empat kelurahan salah satunya Kelurahan Wlingi.
Sebelum kembali ke Surabaya, tim penilai yang terdiri dari 23 juri dari berbagai unsur ini (Universitas Brawijaya, Bappemas, Dinas Kesehatan, Bappeda Jawa Timur) mengunjungi kebeberapa titik penilaian.