BUPATI BLITAR INGATKAN MASYARAKAT RAWAT ASET PNPM MPD
Upload by - Rabu, 03 Juli 2013
Program PNPM Mandiri Perdesaan (MPd) merupakan aplikasi dari satu diantara model perencanaan yang tertuang dalam UU No. 25 Tahun 2012 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional yakni: perencanaan partisipatif, tehnokratik, politik, battom up, dan top down. Komitmen Pemerintah Kabupaten Blitar terhadap program tersebut cukup tinggi. Terbukti beberapa aset dari program ini telah berdiri yang pada akhirnya turut mensejahterakan masyarakat, dan ini harus dijaga dan dilestarikan.
Kepala Bapemas Kabupaten Blitar, Agus Budi Handoko dalam laporannya saat peresmian PNPM di Desa Bendorejo Kecamatan Udanawu, Rabu (3/7) mengatakan, kegiatan peresmian PNPM kali ini merupakan serangkaian kegiatan PNPM se-Kabupaten Blitar. Sejak Tahun 2007 Pemerintah Kabupaten Blitar selalu mengalokasikan dana pendampingan berupa dana daerah untuk urusan bersama (DDUB) sesuai dengan harapan Pemerintah Pusat. Tahun 2012, keberhasilan program ini di kabupaten yang memiliki 22 kecamatan ini antara lain berupa jalan aspal 486 unit, air bersih 19 unit, gedung sekolah khususnya swasta 145 unit, gedung kesehatan 48 unit dan surplus per-Mei 2012 dari kegiatan ini sekitar 1 miliar rupiah.
Sementara itu, Bupati Blitar, H. Herry Noegroho usai menandatangani prasasti PNPM Perdesaan dihadapan pelaku PNPM dan masyarakat mengungkapkan, dalam program PNPM Mandiri Perdesaan telah dikembangkan sebuah model perencanaan integrasi satu perencanaan untuk semua. Untuk menyikapi ini, Kabupaten Blitar telah mengeluarkan kebijakan yang dikenal dengan istilah PIK (Pagu Indikatif Kewilayahan) yang dialokasikan dalam APBD tahun 2014 sebesar 22 miliar rupiah, dimana masing-masing kecamatan mendapatkan alokasi sebesar 1 miliar rupiah.
Ditegaskan pula, program PNPM Mandiri Perdesaan tetap terus dilaksanakan walaupun Pemerintahan Presiden SBY dan Wapres Boediono segera usai. Mengingat perencanaan nasional jangka panjang melalui MDGS upaya pengentasan kemiskinan sampai dengan Tahun 2019.
Orang nomor satu ini meminta kepada masyarakat untuk melindungi dan melestarikan aset, satu diantaranya aset SPP dan UEP yang sampai hari ini sudah mencapai miliaran rupiah. Sehingga kedepan aset-aset tersebut tetap baik dan berkembang sebagaimana harapan masyarakat banyak.
Bupati Blitar yang juga didampingi oleh Dandim 0808 Blitar dan beberapa Kepala SKPD bertolak dari Blitar dengan iringan kendaraan roda dua. Orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini ingin melihat secara langsung kondisi hasil program PNPM Mandiri Perdesaan diantaranya di Desa Bacem Ponggok, Dadaplangu, Karanggayam, dan Kebonagung. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Blitar juga menyerahkan beberapa penghargaan untuk beberapa kategori kepada pelaku PNPM melalui program si Kompak Award. Peraih penghargaan itu antara lain; kategori perencanaan dan pembangunan Desa terbaik juara 1 Desa Purworejo Kecamatan Sanankulon, kategori Kelompok SPP Terbaik Juara I Kelompok Makmur Jaya Desa Temenggungan, Kategori Sarana Prasarana terbaik juara 1 Desa Bendosari Sanankulon dan kategori Tim Pengelola dan Pemelihara Prasarana terbaik juara 1 Desa Panggungrejo Kecamatan Panggungrejo. (humas)