TANJUNGPINANG BELAJAR MENATA LINGKUNGAN KE KABUPATEN BLITAR
Upload by - Kamis, 04 Juli 2013
Pemerintah Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau baru berusia 14 tahun. Dari berbagai bidang banyak yang harus dibenahi oleh kota yang notabene juga merupakan ibukota dari Provinsi Kepulauan Riau ini. Diantaranya; penataan lingkungan, database kemiskinan, dan pembangunan ekonomi kerakyatan. Untuk mendapatkan data tersebut, beberapa aparat di Lingkungan Pemkot Tanjungpinang mengunjungi Kabupaten Blitar, Kamis (4/7).
Demikian ungkapan H. Abdul Kadir Ibrahim, Ketua Rombongan dalam kunjunganya di Kabupaten Blitar. Dia juga mengatakan, tujuan dari kunjungan kerja di Kabupaten Blitar ingin mengetahui secara dekat tentang tata kelola Pemerintah Kabupaten yang memiliki 22 kecamatan tersebut. Mereka ingin mengetahui tentang penataan lingkungan, data base kemiskinan, pelayanan pemrintahan seerta pembangunan ekonomi kerakyatan. Kabupaten Blitar dipandang berhasil dalam membuat ruang hijau dalam kota, mampu meminimalisir jumlah kemiskinan dengan pembangunan perekonomian kerakyatan antara lain pemberdayaan UMKM dan pelayanan pemerintahan satu pintu melalui KPTSP. Diharapkan, hasil dari kunker tersebut bisa diaplikasikan di Kota Tanjungpinang, mengingat kota ini sebagai transit wisatawan baik yang menuju Singapura maupun Malaysia. Pasalnya, daerah ini berbatasan langsung dengan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Vietnam.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemerintah Kabupaten Blitar, Drs. Ec. Akhmad Husein, M.Si dalam sambutannya mengungkapkan, Kabupaten Blitar adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur dengan luas wilayah 1.588,79 km², memiliki 22 kecamatan yang dibagi lagi menjadi 220 desa dan 28 kelurahan. Dijelaskan pula, penataan lingkungan di wilayah ini khususnya menjadi tanggung jawab Dinas PU dan Ciptakarya, Tata Ruang, dan Badan Lingkungan Hidup. Sementara jumlah data masyarakat misikin termasuk yang menerima BLSm yakni sekitar 72 ribu keluarga. Penerima jamkesmas sekitar 300 ribu, Jamkesda 12 ribu Sedangkan jumlah UMKM yang ada di Kabupaten Blitar sekitar 27 ribu dengan jumlah koperasi aktif 722 koperasi. Dengan adanya UMKM yang didukung pula oleh keberadaan koperasi bisa menekan jumlah warga miskin.
Sampai informasi ini dipubliaksikan, rencananya pihak Pemerintah Kota Tanjungpinang akan mengunjungi Kecamatan Garum, melihat dari dekat pelayanan pemerintahan, misalnya, pembuatan KK, KTP, dan lain sebagainya.
Seperti diketahui, Kota Tanjungpinang berada di Pulau Bintan dengan letak geografis berada pada 00 51′ s/d 00 59′ LU dan 104 23′ s/d 104 34′ BT. Wilayah Kota Tanjungpinang mencapai239,50KM2. Pada tahun 2001 sesuai dengan Undang-Undang nomor 5 tahun 2001 tanggal 21 Juni 2001, kota Administratif Tanjungpinang menjadi kota Tanjungpinang dengan membawahi 4 kecamatan yaitu Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kecamatan Tanjungpinang Barat, Kecamatan Bukit Bestari dan Kecamatan Tanjungpinang Timur. (humas)