HIBAH MESIN USAHA, KEMBANGKAN HASIL PRODUKSI
Upload by - Sabtu, 24 Agustus 2013
Kabupaten Blitar merupakan satu diantara sentra produk unggulan makanan olahan, mebel, dll di Provinsi Jawa Timur. Berbagai usaha dilakukan untuk mengembangkan aneka usaha kecil tersebut, diantaranya dengan pemberian bantuan/ hibah berupa alat atau mesin. Dengan mesin itu, diharapkan, pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM), pedagang kaki lima mampu meningkatkan perekonomian, sekaligus mengurangi pengangguran di kabupaten ini.
Hal ini mengemuka saat Wakil Bupati Blitar, H. Rijanto yang didampingi oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Drs. Molan, M.Si menyerahkan bantuan hibah mesin dan peralatan bagi Usaha Industri dan Pedagang Kaki Lima, Jumat (23/8) di Dusun Manding, Desa Bangle, Kecamatan Kanigoro.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup berkesempatan menyerahkan 64 paket bantuan secara simbolis kepada 44 kelompok usaha dengan anggota sekitar 352 orang. Orang nomor dua di Kabupaten Blitar itu juga mengingatkan, pelaku usaha kecil harus didasari dengan jiwa ulet dan tangguh. Bantuan mesin tersebut harus benar-benar dimanfaatkan, dirawat. Disadari atau tidak, saat ini persaingan usaha semakin ketat. Masalah yang masih dihadapi oleh pelaku usaha kecil khususnya di bidang makanan olahan antara lain; kemasan. Kemasan produk unggulan makanan olahan dari Kabupaten Blitar masih belum memuaskan konsumen, kendati soal rasa, dari kabupaten yang memiliki 22 kecamatan tersebut sangat enak. Karena fakta, konsumen tertarik kepada suatu produk dari kemasannya. Untuk itu, Wabup berharap, aneka produk olahan seperti opak gambir Sekardangan, gethi Rejowinangun dll bisa terkemas dengan baik dan diminati banyak orang.
Sebelumnya, Drs. Molan, M.Si dalam laporannya menjelaskan, saat ini industri kecil di Kabupaten Blitar sekitar 12 ribu dan sudah menyerap tenaga kerja sebanyak 44 ribu orang. Pada Tahun 2013, Pemerintah Kabupaten Blitar memberikan bantuan kepada 44 pelaku industri dengan 352 orang yang tersebar di beberapa kecamatan. Kecamatan Binangun mendapatkan bantuan siler untuk mengemas permen, Kanigoro mendapat peralatan cat dan body (open) mobil, Kecamatan Kademangan mendapatkan alat pertukangan, Garum bengkel dan beberapa gerobak untuk PKL yang ada di wilayah Wlingi.
Kepala Disperindag Kabupaten Blitar ini juga mengakui masih banyaknya kelemahan yang dimiliki oleh pelaku insutri kecil, diantaranya; manajemen yang kurang tepat, peralatan yang kurang modern serta jiwa wiraswasta yang belum mumpuni. Pasalnya, jiwa wiraswasta sangat berpengaruh terhadap keberhasilan sebuah usaha. Terkait hal ini, dia berharap, jiwa berwiraswasta terus ditingkatkan sejalan dengan hibah mesin maupun peralatan usaha yang telah diberikan, supaya produk yang dihasilkan juga semakin berkembang dan mendongkrak perekonomian. (Humas)