HARGA KEDELAI NAIK, DISPERINDAG KAB. BLITAR HIMBAU PENGRAJIN TAHU/TEMPE TETAP BERPRODUKSI

Upload by - Kamis, 05 September 2013

Kenaikan harga kedelai akibat melemahnya nilai rupiah, juga dirasakan pengrajin tahu/tempe di Kab. Blitar. Sebelumnya di pasaran harga eceran kedelai hanya Rp 7.000 – Rp 7.500/kg, kini naik menjadi Rp 9.000 – Rp 10.000/kg. Demikian juga harga di tingkat pemasok untuk pengrajin tahu/tempe yang sebelumnya hanya Rp 6.500/kg, saat ini naik menjadi 8.850/kg. Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Blitar, Molan, kenaikan harga kedelai ini sangat dikeluhkan ratusan pengrajin tahu/tempe di Kab. Blitar. Namun meski demikian, Pemkab. Blitar tidak bisa memberikan proteksi apapun untuk meringankan beban pengrajin akibat naiknya bahan baku tersebut. Bahkan pasca kenaikan harga kedelai, hingga kini Dinas Perindustrian dan Perdagangan belum bisa menggelar operasi pasar. Kendalanya karena sebelumnya tidak ada persiapan dari pemerintah untuk melaksanakan operasi pasar dengan memasok kedelai di pasaran, apalagi harga kedelai sendiri sudah terlebih dulu naik.

Lebih lanjut Molan mengungkapkan, yang dapat dilakukan Disperindag saat ini hanyalah berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi, serta Kemenetrian Perdagangan mengenai kondisi pengrajin tahu/tempe di Kab. Blitar pasca kenaikan harga kedelai. Molan meminta untuk para pengrajin tahu/tempe tetap berproduksi, meski jumlahnya berkurang. Tentunya dengan menyesuaikan pula dengan harga bahan baku yang digunakan sehingga tetap bisa menghasilkan keuntungan.

Berdasarkan data Dinas Perindustian dan Perdagangan, di Kab. Blitar terdapat 100 pengrajin tahu/tempe. Untuk sentra produksi tahu saat ini terpusat di Kec. Kademangan, sedangan untuk tempe menyebar di beberapa kecamatan seperti  Selopuro dan Wonodadi. (IM-DIshubkominfo)