NGUDEG JENANG, CERMIN GOTONG ROYONG MASYARAKAT BLITAR

Upload by - Minggu, 13 Oktober 2013

Jenang merupakan jajanan tradisional khas Blitar yang biasanya dihidangkan bagi masyarakat yang menyelenggarakan “hajadan” seperti pernikahan, khitanan dan sebagainya. Ngudeg jenang yang dilakukan bersama-sama ini  cermin dari rasa gotong-royong masyarakat Blitar. Ironisnya, perubahan jaman membuat semangat gotong royong pudar. Untuk mengembalikan itu, Pemerintah Kabupaten Blitar menggelar ngudeg jenang massal yang diselenggarakan di Lapangan Brubuh Lodoyo, Minggu (13/10).

Selain Ngudeg jenang yang diikuti oleh 22 perwakilan dari masing-masing kecamatan ini, juga digelar  lomba fashion batik khas Blitar. Batik tutur adalah batik khas Blitar yang keberdaannya perlu terus diperkenalkan kepada seluruh lapisan masyarakat. Seperti diketahui Batik  merupakan satu dari 10 hasil kebudayaan asli Indonesia yang sudah di akui oleh UNESCO, bahkan  setiap tanggal 2 Oktober diperingati sebagai hari Barik Nasional.

Bupati Blitar saat membuka ngudeg jenang massal mengungkapkan, semangat gotong royong harus ditumbuhkan kembali. Mengingat gotong royong adalah simbol kerukunan antar anggota masyarakat. Selain itu, kegiatan ini sebagai bentuk untuk mempromosikan kuliner khas Kabupaten Blitar.

Kegiatan itu dirangkai pula dengan pameran foto kawasan wisata Kabupaten Blitar dan malam harinya ada gelar seni dan budaya. Sekedar mengingatkan, aset budaya bangsa Indonesia selain batik yakni;  kemampuan bercocok tanam, kemampuan berlayar dan mengenal arah angin, seni pertunjukan seperti wayang, kemampuan bermusik dengan gamelan dan lain-lain. (Humas)