BUPATI BLITAR RESMIKAN FASILITAS KESEHATAN
Upload by - Selasa, 19 November 2013
Dari tahun ke tahun fasilitas yang ada di RSUD. Ngudi Waluyo Wlingi mengalami peningkatan cukup signifikan. Tujuannya, pelayanan kesehatan terhadap masyarakat juga semakin baik. Kendati demikian, juga harus didukung komitmen pelayanan kesehatan yang handal. Hal ini mengemuka dalam sambutan Bupati Blitar, H. Herry Noegroho usai meresmikan Gedung Hemodialisa, Ponek, ICU dan Poliklinik serta Launching Pelayanan Hemodialisa, Endoscopy dan CT Scan, Selasa (19/11) di RSUD. Ngudi Waluyo Wlingi. Menurut orang nomor satu di Kabupaten ini, fasilitas kesehatan yang memeadai tidak cukup jika tidak diikuti dengan sarana yang memadaai pula. Begitu juga sebaliknya. Kedepan sarana dan prasaran dalam rangka melayanai kesehatan masyarakat akan terus ditingkatkan. Sebelumnya, Direktur RSUD. Ngudi Waluyo Wlingi, dr. Budi Winarno, MM dalam laporannya menjelaskan, sebelumnya rumah sakit ini memiliki fasilitas ecocardografi dan mamografis. Sementara Ruang Hemodialisa yang baru diresmikan kali ini, dana berasala dari pendapatan asli rumah sakit yang dibangun sejak 2011 lalu. Sedangkan Icu dari DAK dan dana pemndampings ekitar 1,1 miliar , Ponek DAK 1,7 miliar. Orang nomor satu di RSUD. Ngudi Waluyo Wlingi juga menjelaskan, target 2014, rumah sakit kebanggan warga Kabupaten Blitar ini akan menambah ruang operasi yang representatif dengan alokasi dana 5,3 miliar. Dalam kesempatan tersebut, Budi Winarno juga meminta kepada anggota legislatif untuk membantu kelancaran pembangunan poliklinik di depan RSUD yang pembangunannya selama 5 tahun mengalami kemacetan karena terbentur dana. Peresmian fasilitas kesehatan yang dihadiri oleh unsur Forpimda, Kepala SKPD, perawat dan bidan tersebut ditandai pemencetan tombol sirine oleh Bupati Blitar, pengguntingan pita ruang Hemodialisa oleh Ibu Hj. Era Herry Noegroho, Ruang Ponek oleh Bupati Blitar. Seperti diketahui, Hemodialisa adalah proses pembersihan darah oleh akumulasi sampah buangan. Hemodialisis digunakan bagi pasien dengan tahap akhir gagal ginjal atau pasien berpenyakit akut yang membutuhkan dialysis waktu singkat. Sedangkan Endoscopy adalah suatu alat untuk pemeriksaan diagnostic yang dilakukan oleh dokter penyakit dalam, dokter spesialis paru dan dokter spesialis urologi yang mempunyai sertifikasi endoscopy. Bila memungkinkan dapat dilakukan biopsy oleh dokter yang bersangkutan. (Humas)