KUNKER DPRD KAB. REMBANG, BELAJAR BERSIH DARI KABUPATEN BLITAR
Upload by - Senin, 27 Januari 2014
Blitar – Kabupaten Blitar merupakan satu diantara Kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang kaya akan prestasi. Satu diantaranya di bidang kebersihan. Tidak heran jika, kabupaten yang memiliki 22 kecamatan ini menjadi langganan kunjungan kerja dari daerah lain untuk mengadopsi keberhasilan Kabupaten Blitar. Seperti kali ini, Senin (27/1), DPRD Kabupaten Rembang Jawa Tengah melakukan kunjungan kerja di kabupaten ini. Mereka ingin melihat dengan dekat sejauh mana pengelolaan kebersihan, pengairan di Kabupaten Blitar. Ketua rombongan, H. Mursyid yang juga Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Rembang mengungkapkan, Kabupaten Rembang Jawa Tengah dibatasi letak geografis antara koordinat 110o 55’ – 111o 40’ Bujur Timur dan 6o 25’ – 7o Lintang Selatan dan berada pada ketinggian antara 0 sampai 806 meter dari permukaan air laut. Kondisi cuaca berkisar antara temperatur 23o – 35o C, dengan curah hujan rata–rata pertahun ± 1.044 cm/tahun. Wilayah ini merupakan wilayah pinggiran (pheripheral) wilayah Jawa Tengah, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Pati, sebelah selatan Kabupaten Blora, sebelah timur Kabupaten Tuban dan sebelah utara Laut Jawa. Kabupaten Rembang terbagi dalam wilayah administrasi meliputi 14 kecamatan, 287 desa, 7 kelurahan, dengan luas wilayah sekitar 101.408 Ha. Penggunaan lahan sebagian besar didominasi lahan tegalan (34,315), hutan negara (23,23), dan sawah tadah hujan (17,42). Tujuan ke Kabupaten Blitar selain bersilaturahmi dengan Pemerintah Kabupaten Blitar, Komisi C juga ingin melihat pembangunan infrastruktur di wilayah ini. Sementara itu, A. Husein, Asisten Pemerintahan dan Kesra saat membacakan sambutan Bupati Blitar mengatakan, perencanaan pembangunan dilaksanakan oleh Bappeda. Tahun 2014 akan menjalankan Aplikasi Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah (SIP2D) dengan pendampingan dari BPKP. Diharapkan dengan adanya SIP2D tersebut ada sinkronisasi dan konsistensi data mulai dari proses perencanaan sampai dengan evaluasi. Sementara itu urusan pembangunan infrastruktur dan pengairan dilaksanakan oleh Dinas PU Bina Marga dan Pengairan serta Dinas PU Cipta Karya Dan Tata Ruang. Selain itu, kebersihan juga menjadi urusan Badan Lingkungan Hidup. Sehingga disini ada kerjasama antara BLH dengan PU Cipta Karya dan Tata Ruang. Sekedar informasi, terkait bank sampah yang ada di Kecamatan Wlingi, merupakan inovasi dari masyarakat. Selain mengolah sampah organik menjadi pupuk, di wilayah ini juga mengolah sampah anorganik plastik menjadi BBM alternatif. Selain juga menjadi barang kerajinan tangan seperti tas belanja pasar yang ramah lingkungan. Masih terkait kebersihan, BLH bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup menggalakkan EkoPesantren. Diharapkan Pondok Pesantren juga berperan dalam menjaga kebersihan, membuat asri lingkungan serta proaktif mengelola sampah. BLH juga melakukan program Kampung ProIklim yakni di Desa Semen. Harapannya, desa lain yang ada di kabupaten ini juga bisa menjadi desa-desa yang sangat pro terhadap lingkungan. Hal lain yang bisa diadopsi dari Kabupaten Blitar yakni adanya kompetisi kebersihan masing-masing kecamatan. Tujuannya, kecamatan lain bisa meraih Adipura seperti Kecamatan Wlingi. Bahkan targetnya, setiap tahun, minimal ada dua desa yang masuk kategori desa berseri. (Humas)