PEMKAB BLITAR BAGIKAN 35 RIBU MASKER PADA WARGA PENGUNGSI
Upload by - Sabtu, 15 Februari 2014
Blitar – Selain memuntahkan jutaan kubik material berupa pasir dan kerikil, letusan Gunung Kelud juga mengeluarkan debu vulkanik. Oleh karena itu, sejak Kamis(13/2) malam Pemkab. Blitar membagikan 10 ribu masker kepada warga pengungsi. Diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kab. Blitar, Kuspardani, dari 10 ribu masker yang sudah dibagikan tersebut masih belum merata ke semua warga pengungsi. Untuk itu Dinas Kesehatan kembali mengadakan 25 ribu masker untuk dibagikan pada warga pada Jumat (14/2) sore. Diharapkan, masker tersebut dapat mencegah munculnya gangguan pernafasan yang mungkin dialami warga akibat menghirup debu vulkanik.
Lanjut Kuspardani, Dinas Kesehatan telah mensiagakan 38 ambulan dengan 38 tim medis yang tersebar di posko pengungsian di 4 kecamatan, yaitu Kecamatan Nglegok, Gandusari, Garum, dan Ponggok. Satu tim medis terdiri dari 1 dokter umum, dokter gigi, 2 perawat, dan satu orang pengemudi. Puluhan tim medis tersebut akan disiagakan sampai kondisi tanggap darurat yang ditetapkan Bupati dicabut.
Berdasarkan pantauan Dinas Kesehatan, kondisi pengungsi relatif tidak mengalami gangguan kesehatan. Namun terdapat beberapa pengungsi yang mengalami sakit, seperti kembung, luka akibat terjatuh. Semuanya sudah mendapatkan penanganan tim medis. Dinas Kesehatan juga menginstruksikan kepada puskesmas untuk siaga selama kondisi tanggap darurat kelud masih berlangsung. (IM)