MENUJU KABUPATEN BLITAR SEHAT, BUPATI HARAPKAN SWASTI SABA PADAPA
Upload by - Rabu, 20 Agustus 2014
Blitar – Kali pertama, Kabupaten Blitar mengikuti ajang lomba bergengsi Kabupaten Sehat tingkat Provinsi Jawa Timur untuk tahapan Padapa. Dalam tahapan ini ada dua tatanan yang wajib diikuti yakni kawasan pemukiman, saranan dan prasarana umum serta kehidupan masyarakat sehat yang mandiri. Harapannya, Kabupaten Blitar yang sebelumnya meraih segudang prestasi diberbagai bidang baik tingkat provisni maupun nasional, bisa meraih penghargaan terbaik Swasti Saba Padapa. Demikian harapan Bupati Blitar, H. Herry Noegroho saat menerima Tim verifikasi Kabupaten Sehat Provinsi Jawa Timur, di Pendopo Ronggo Hadinegoro, Selasa (19/8).
Bupati Blitar juga mengharapkan, kehadiran tim verifikasi yang berjumlah 4 orang dan diketuai oleh Dra. Patriana Diah Sulistyowati,MM ini memberikan motivasi segenap jajatan stakeholders, semua SKPD terkait serta seluruh lapisan masyarakat dalam mewujudkan Kabupaten Blitar Sehat.
Menurutnya, Kabupaten Blitar teruss berupaya meningkatkan kualitas kesehatan amsyarakat. Beberapa program diantaranya; peningkatan sarana dan prasarana pelayanan, peningkatan peran serta masyarakat.Dengan motto, kabupaten Blitar sehat yang SIMPATIK (sehat, Indah, Nyaman, Aman dan patriotik), Bupati Blitar optimis segera bisa mewujudkan Kabupaten Blitar sehat.
Usai bertemu dengan Bupati Blitar dan jajarannya, tim verifikasi yang terbagi dalam dua tim meninjau lokasi yakni Srengat, Nglegok dan Wlingi.
Dari hasil tinjauan di lapangan, ketua Tim verifikasi menjelaskan antara lain; secara dokumen maupun fakta di lapangan, Kabupaten Blitar dinilai sangat bagus jika dibandingkan dengan daerah lain. Kendati masih ditemukan beberapa persoalan diantaranya; beberapa inovasi belum dimunculkan dalam paparan, koordinsi yang belum maksimal antara forum kabupaten sehat dari pihak SKPD terkait dengan forum yang ada di kecamatan atau pokja-pokja di desa/kelurahan. Hal ini barangkali karena terkait pendanaan. Tim verifikasi optimis, Kabupaten Blitar bisa maju dalam kabupaten Sehat tingkat nasional.
Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Blitar, H. Rijanto mengungkapkan rasa terima kasihnya terhadap saran, amsukan dari tim verifikasi. Ini akan sangat memacu masyarakat Kabupaten Blitar untuk terus meningkatkan kualitas hidup sehat, meskipun diakui snagt sulit membentuk masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. Sebelum melepas para Tim verifikasi dari Provinsi Jawa Timur, orang nomor dua di kabupaten ini berharap, kabupaten Blitar bisa maju tingkat nasional.
Sekedar mengingatkan, Bupati Blitar, H. Herry Noegroho yang didampingi oleh Wakil Bupati Blitar, H. Rijanto pada saat Rapat Koordinasi Persiapan verifikasi Kabupaten Sehat Tingkat Propinsi Jawa Timur, Selasa (10/6) di Pendopo Ronggo Haninegoro mengungkapkan, kabupaten sehat merupakan proses yang berjalan dalam menciptakan dan ,meningkatkan kualitas fidsik, social dan budaya dengan pengembangan potensi masyarakat. Sedangkan tujuan penyelenggaraan Kabupaten Sehat ini tercapainya kondisi kabupaten yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni dan ditempati bagi warganya dengan melaksanakan program kesehatan dan lintas sector terkait. Beberapa tahapan menuju Kabupaten Sehat antara lain; mensosialisasikan peraturan bersama Mendagri, Menkes tentang penyelenggaraan kabupaten/kota sehat dan meningkatkan jejaring antar pelaku secara berjenjang, sinergis dan berkelanjutan.
Sebelumnya dr. Kuspardani, Kepala Dinas Kesehatan yang juga Ketua Tim A juga menjelaskan menuju Kabupaten Blitar Sehat telah ditunjuk 9 kecamatan dan 55 desa. Ini antara lain; Kec. Wlingi, Srengat, Nglegok, Sutojayan, dan Garum. Verifikasi Kabupaten Sehat Tingkat Propinsi Jawa Timur syaratnya semua desa atau kecamatan harus ODF atau bebas buang air besar di ruang terbuka. Dan syarat wajib dari lomba kabupaten Sehat ini adalah adanya kawasan sarana dan prasarana umum, kawasan masyarakat mandiri. Penghargaan Kabupaten Sehat adalah Swasti Saba. Ini terbagi dalam tiga kategori, yakni; Swasti Saba padapa (Pemantapan), Swasti Wiwerda (Pembinaan) dan swasti Wistara (Pengembangan). (Humas)