INFITASI OLAHRAGA TRADISIONAL, SARANA JAGA TRADISI

Upload by - Minggu, 07 September 2014

Blitar – Kegiatan Infitasi olahraga tradisional tingkat Provinsi Jawa Timur yang digelar Minggu (7/9) di Lapangan Kenongo dan Lapangan PDAM diharapkan akan menumbuhkan bibit-bibit dari generasi di Kabupaten Blitar yang mampu berprestasi di kancah nasional maupun internasional. Kegiatan yang diikuti seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur ini sebagai sarana rekresasi sekaligus menjaga tradisi lama yang sudah mulai hilang. Demikian ungkapan Bupati Blitar, H. Herry Noegroho saat membuka kegiatan Infitasi Olahraga Tradisional Tingkat Provinsi Jawa Timur.

Menurut orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini, kegiatan ini patut dijaga jangan sampai terhenti. Mengingat olahraga tradisional juga sebagai aset budaya bangsa yang patut dilestarikan. Mau diakui atau tidak, kecanggihan teknologi telah menggeser tradisi lama. Jika dahulu,anak-anak tidak mengenal game dengan fitur-fitur canggih, saat ini lebih cenderung bermain game melalui separangkat peralatan computer, handphone. Untuk itu, olahraga tradisional sekaligus permainan tradisional tersebut perlu dilestarikan.

Sebelumnya, Ketua Panitia Penyelenggara mengungkapkan, tema yang diusung dalam kegiatan kali ini yakni Melalui Olahraga Tradisional Kita Gali Potensi daerah Sebagai Daya Tarik Pariwisata dan Aset Budaya Bangsa. Dalam kegiatan ini ada empat cabang olahraga yang bakal diikuti oleh peserta lomba, yaitu, hadang diikuti 123 orang, terompah panjang 108 orang, dagongan 99 orang dan egrang 69 orang.  Juara 1 masing-masing cabor akan mewakili Jawa Timur mengikuti lomba serupa tingkat nasional 2015 mendatang. (Humas)