PPS, PERINGKAT TERATAS PENDERITA HIV DI RSUD NGUDI WALUYO
Upload by - Jum'at, 19 September 2014
Blitar – Berdasarkan data penderita HIV/AIDS yang ditangani Klinik VCT RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Pelanggan Pekerja Seks (PPS) menempati peringkat teratas data penderita HIV/AIDS yang termasuk dalam kelompok resiko tinggi. Menurut Manager Case Klinik VCT RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Stevanus Budi Wijaya, berdasarkan data tahun 2009 hingga Agustus 2014, jumlah penderita HIV/AIDS dari kelompok PPS mencapai 182 orang. Mereka mayoritas pria dewasa yang sudah berumah tangga. Umumnya sebelum diketahui terjangkit virus HIV, mereka bekerja di luar daerah. Peringkat kedua adalah pasangan risti yang sampai dengan akhir bulan lalu jumlah penderitanya mencapai 160 orang. Kelompok pasangan risti merupakan ibu rumah tangga yang umumnya tertular dari suami mereka. Sedangkan untuk Wanita Pekerja Seks (WPS) yang diidentifikasikan sebagai kelompok paling beresiko justru hanya menempati peringkat ketiga. Selain karena faktor ditutupnya 3 lokalisasi, menurunnya jumlah penderita HIV/AIDS dari kelompok tersebut juga dikarenakan mereka memilih menggunakan alat kontrasepsi berupa kondom untuk berhubungan.
Sepanjang tahun 2009 hingga 2014, jumlah penderita HIV/AIDS yang telah ditangani RSUD Ngudi Waluyo Wlingi sebanyak 568 orang, dimana 222 orang diantaranya meninggal dunia. Selain kelompok pelanggan pekerja seks, pasangan risti dan WPS, data penderita di RSUD Wlingi diantaranya juga berlatar belakang waria, gay, dan pengguna jarum suntik narkotika. (IM-Dishubkominfo)