BUPATI BLITAR: DETEKSI DINI, ISU YANG RESAHKAN MASYARAKAT

Upload by - Kamis, 02 Oktober 2014

Blitar – Berbagai isu negatif yang berkembang di masyarakat harus diwaspadai, ditangkal semaksimal mungkin. Pasalnya, jika isu tersebut bisa meresahkan masyarakat dan menjadikan kondisi tidak kondusif. Demikian ungkapan Bupati Blitar, H. Herry Noegroho, saat memimpin rapat Koordinasi Forum Pimpinan Daerah dan Stakeholders di Pendopo Ronggo Hadinegoro, Kamis (2/10).

Ditegaskannya, ada beberapa kasus yang meresahkan warga Kabupaten Blitar antara lain; Kasus di Desa Kolomayan Wonodadi, Pembunuhan oleh massa di Minggirsari Kanigoro, pengeroyokan warga di Binangun, dan isu agama oleh taman pendidikan Al Firdaus Desa Bacem Sutojayan.  Yang intinya, ijin pendirian sekolah tersebut belum lengkap dengan pengajar dan santri dari luar wilayah tersebut. Pendidikan tersebut diduga berbeda dengan paham Islam pada umumnya.  Untuk itu, orang nomor satu di Kabupaten Blitar tersebut berharap ada koordinasi dari berbagai elemen. Hal ini untuk mengantisipasi, isu berubah menjadi konflik. FKDM, FKUB, MUI mendeteksi dini segala isu dan permasalahan. Permasalahan  kecil bisa direda dan masalah besar bisa diminimalisir.

Sementara itu, Kapolres Blitar, AKBP.Indarto menjelaskan, deteksi dini, cegah dini sangat penting. Babinkamtibmas sebagai ujung tombak keamanan di daerah harus tegas.  Sehingga kekerasan massa tidak terjadi. Kekerasan itu timbul karena petugas tidak tegas. Orang nomor satu di Polres Blitar juga menegaskan, isu penculikan anak yang saaat ini santer, di Kabupaten Blitar nol kasus. Artinya, isu itu tidak benar. Masyarakat tetap waspada itu benar. Namun paranoid, reaktif adalah tidak benar. Masyarakat diharapkan tidak resah.

Dalam kesempatan tersebut, Mujianto, Kepala Bakesbangpol menegaskan, FKDM akan berkembang sampai ke desa.  Sehingga diharapkan dengan sampai ke wilayah desa ini isu-isu negatif yang berkembang dimasyarakat mudah dideteksi dan diatasi. (Humas)