KERACUNAN MASSAL SMPN I NGLEGOK, DINKES KAB. BLITAR KIRIM SAMPLE MAKANAN KE BALAI BESAR LABORATORIUM KESEHATAN SURABAYA
Upload by - Jum'at, 31 Oktober 2014
Blitar – Peristiwa keracunan massal yang menimpa puluhan pengajar SMP Negeri 1 Nglegok, direspon Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar dengan mengirim sample makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Kuspardani mengungkapkan, sebelumnya dinas kesehatan telah melakukan surveilance epidimiologi ke lokasi kejadian di SMPN 1 Nglegok. Dari penyelidikan di lapangan tersebut, dugaan sementara keracunan massal yang dialami sejumlah guru, bersumber dari makanan atau nasi bungkus yang dikonsumsi mereka. Sample makanan diantaranya ayam dan kikil, juga telah dikirim ke Surabaya untuk diperiksa lebih lanjut apakah mengandung zat kimia berbahaya atau makanan tidak layak konsumsi karena sudah basi. Hasilnya baru akan diketahui satu minggu mendatang.
Kuspardani menambahkan, perkembangan terakhir yang diterima Dinas Kesehatan, hingga Kamis (30/10) siang, dari 39 korban yang mengeluhkan keracunan, 8 diantaranya masih dirawat inap baik di rumah sakit maupun puskesmas. Beberapa korban yang dirawat di Puskesmas Sutojayan dan Ponggok, mengaku masih mengalami mual, pusing, dan lemas.
Peristiwa keracunan massal tersebut terjadi setelah puluhan guru SMPN 1 Nglegok mengkonsumsi nasi bungkus yang dipesan dari Depot "R" Ngentak. Mereka mengeluhkan mual, mulas, pusing dan diare. (IM-Dishubkominfo)