HASIL LABORATORIUM SAMPLE MAKANAN YANG DIDUGA MENJADI PEMICU KERACUNAN MASSAL, TERBUKTI NEGATIF
Upload by - Jum'at, 14 November 2014
Pemeriksaan laboratorim terhadap sejumlah sample makanan, yang diduga memicu keracunan massal di SMPN 1 Nglegok menunjukkan hasil negatif. Diungkapkan Kasi Pencegahan Pengamatan Penyakit dan Penanggulangan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Kab. Blitar Hendro Subagyo, baik sample nasi, ayam goreng, maupun sayur yang dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya, kesemuanya negatif. Tidak satupun zat kimia berbahaya yang ditemukan dari ketiga sample makanan tersebut. Hasil ini sendiri diakuinya cukup mengejutkan, mengingat sebelumnya kuat dugaan nasi bungkus yang dikonsumsi puluhan pengajar di SMPN 1 Nglegok, menjadi penyebab utama keracunan. Menurut Endro dengan hasil lab itu, maka kesimpulannya penyebab keracunan massal beberapa waktu lalu buka berasal dari makanan. Namun terdapat kemungkinan lain, disamping makanan tersebut memang benar-benar bebas dari zat kimia berbahaya, diperkirakan pengambilan sample makanan kurang tepat. Sample makanan sendiri baru diperoleh Dinas Kesehatan 2 hari pasca kejadian. Sample tersebut didapatkan dari pihak kepolisian. Namun karena hasil lab sangat bergantung pada pengambilan sample, dimungkinkan sample makanan yang diterima Dinas Kesehatan dan dikirim ke BLK Surabaya, bukan berasal dari nasi bungkus yang dikonsumsi korban, melainkan diambil dari makanan lain yang serupa dari catering yang sama. Seperti diinformasikan sebelumnya, keracunan massal yang terjadi di SMPN 1 Nglegok memakan korban 39 orang, pasca mereka mengkonsumsi nasi bungkus usai rapat. Sembilan korban diantaranya bahkan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan puskesmas. Umumnya korban mengeluhkan mual, mulas, pusing dan diare.(IM-Dishubkominfo)