PENANGGULANGAN TUBERKULOSIS (TB) DI BLITAR LIBATKAN STAKEHOLDER KECAMATAN
Upload by - Jum'at, 05 Desember 2014
Untuk mendapatkan kesepaham bersama tentang arah program dan komitmen bersama tentang pengendalian TB, pada tanggal 3 Desember 2014 bertempat di kantor Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar, Community Empowerment of People Againts Tuberculosis (CEPAT) Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama Kabupaten Blitar menyelenggarakan pertemuan sosialisasi stakeholder utama tingkat kecamatan Ponggok. Pertemuan ini merupakan pertemuan ke-2 setelah Kecamatan Talun yang sudah dilaksanakan tanggal 25 Nopember 2014. Pertemuan ini menjadi dasar pijakan untuk mendapatkan kesepakatan tentang pentingnya keberadaan sebuah forum koordinasi lintas stakeholder berupa Pokja TB dan HIV di tingkat kecamatan.
Hadir dalam acara Pembukaan Camat Ponggok, Agus santosa, S. Sos. M.Si, Koordinator CEPAT-LKNU Nur laili dan dokter Innaka dari PKM Ponggok. Acara ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari; staf Kecamatan Ponggok, Staf PKM Ponggok, Staf PKM Bacem, PKK, Tokoh Agama, MWC NU, PAC Muslimat, PAC Fatayat dan Kelompok Masyarakat Peduli TB Kecamatan Ponggok.
Dalam sambutan pembukaan Camat Ponggok, Agus Santosa, S. Sos. M.Si menyampaikan terima kasih atas kepercayaan CEPAT-LKNU Kabupaten Blitar yang telah memilih Kecamatan Ponggok sebagai salah satu wilayah cakupan program CEPAT-LKNU. “Keterbatasan pemerintah dan besarnya tantangan TB saat ini memerlukan peran aktif dengan semangat kemitraan dari berbagai instusi dan semua pihak yang terkait. Adanya dukungan berbagai pihak, perubahan perilaku masyarakat dan memberdayakan masyarakat dalam pelaksanaan penanggulangan TB amat diharapkan sehingga keberhasilan program penanggulangan TB-HIV dapat tercapai”ajak Pak Agus dalam sambutan Pembukaan.
Siti Nurhidayati, SKM dari Puskemas Ponggok menyampaikan tentang situasi program TB-HIV di PKM Ponggok. “Berdasarkan data di PKM Ponggok Jumlah pasien TB tercatat dan ditawarkan tes HIV pada tahun 2014, pada tri wulan I sebanyak 5 orang dan tri wulan II sebanyak 3 orang. Sedangankan tantangan pelaksanaan program kolaborasi TB-HIV diantaranya PKM belum mampu memberikan layanan testing HIV karena keterbatasan SDM dan sarana prasarana dan masih adanya keraguan petugas kesehatan dalam melakukan inisiasi kepada penderita TB untuk testing HIV” jelas bu Nur panggilan akrabnya.
Sementara Wijianto, Fasilitator Advokasi CEPAT-LKNU Blitar memaparkan hasil survei yang sudah dilakukan Kelompok Masyarakat Peduli TB terhadap Indeks Kepuasan Masyarakat dari prespektif klien di Puskesmas yang berada di kecamatan Ponggok. Indeks Kepuasan ini meliputi 14 unsur kepuasan dan 12 standart kinerja. Hasilnya, 76% masyarakat menyatakan puas terhadap pelayanan pasien TB di PKM Bacem dan 80% masyarakat menyatakan puas terhadap pelayanan pasien TB di PKM Ponggok.
Dalam Pertemuan ini peserta pertemuan menyetujui bebarapa usulan terkait pengaktifan Pokja TB-HIV, diantaranya; Peningkatan kapasitas bagi petugas PKM, ketersediaan logistik dari TB ataupun HIV, Indikator dan capaian rujukan, rekomendasi terkait quality control utk TB-HIV.
“Pokja TB-HIV ini akan menjadi forum yang akan secara aktif mendiskusikan permasalahan TB dan isu kesehatan terkait serta mengidentifikasi alternatif solusi untuk menjawab tantangan yang ada. Keberhasilan dalam pembentukan atau revitalasi pokja tersebut akan menjadi langkah awal dalam upaya mengajak semua mitra utama di kabupaten untuk ikut terlibat dalam upaya penanggulangan TB di Kabupaten”, ungkap wijianto mengakhiri sesi diskusi tanya jawab dan rencana tindak lanjut. (Sumber Berita : ww )