GERAKAN PENGHIJAUAN, SARANA EDUKASI MENAMAN DAN MEMELIHARA POHON

Upload by - Selasa, 09 Desember 2014

Blitar – Hutan berperan sebagai penyangga kehidupan, sekaligus menyediakan  hasil hutan kayu, kebutuhan pangan, ketersediaan air serta sumber energi dan jasa lainnya termasuk oksigen dan konservasi keanekaragaman hayati. Untuk itu diharapkan  kegiatan menanam dan memelihara pohon harus lebih giat, lebih banyak demi kepentingan penerus bangsa di masa mendatang. Demikian sambutan Bupati Blitar, H. Herry Noegroho dalam rangka  Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) Kabupaten Blitar Tahun 2014 di Desa Lorejo, Kecamatan Bakung, Selasa (9/12).

Sebagai wujud peringatan HMPI dan BMN 2014  dengan tema, ”Hutan Lestari Untuk Mendukung Kedaulatan Pangan dan Energi Terbarukan” di Lorejo tersebut, berbagai elemen mulai dari unsur Forpimda, SKPD, pelajar dan masyarakat menanam pohon atau tanaman produktif seperti durian, kluwek, dan sengon. Menurut Bupati Blitar yang didampingi Wakil Bupati Blitar, H. Rijanto menegaskan, maksud dari kegiatan itu sebagai sarana edukasi, peningkatan kepedulian, kemampuan dan kemandirian seluruh komponen bangsa akan pentingnya menanam dan memelihara pohon serta untuk mengajak seluruh komponen masyarakat melakukan penanaman dan pemeliharaan secara berkelanjutan. Sedangkan tujuannya antara lain; menambah tutupan hutan dan lahan guna mencegah longsor, banjir, menyerap karbondioksida akibat dampak perubahan iklim global serta penyediaan bahan baku industri pengolahan kayu, pangan dan energi terbarukan.

Secara simbolis, orang nomor satu di Kabupaten Blitar itu menyerahkan bibit pohon kepada  unsur pemerintahan , TNI/POLRI, pelajar dan masyarakat serta menanam pohon yang diikuti oleh Wakil Bupati Blitar, H. Rijanto, Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Kapolres Kota Blitar serta unsur Forpimda yang lain.

Sebelumnya, Supandi, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Blitar mengungkapkan,  peringatan HMPI dan BMN telah dilaksanakan berbagai kegiatan penanaman baik oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan maupun kerjasama dengan pihak lainnya antara lain; penanaman dari kebun bibit rakyat di 10 lokasi di 9 kecamatan dengan jumlah bibit sebanyak 430.000 batang, pembuatan hutan rakyat seluas 100 ha tersebar di 10 desa di 4 kecamatan dengan jumlah tanaman 30.800 batang, pengkayaan hutan rakyat seluas 200 ha tersebar 19 desa di 6 kecamatan dengan jumlah tanaman sebanyak 30.800 batang, pengembangan hutan rakyat pola agroforestry seluas 40 ha di 4 desa di 4 kecamatan dengan jumlah bibit kayu-kayuan sebanyak 8 ribu batang, MPTS 2 ribu batang dan tanaman empon-empon 4.800 batang.  Selain itu juga adanya penanaman hutan rakyat bambu seluas 10 ha di Desa Resapombo, Doko sebanyak 4 ribu batang, penghijauan lingkungan dengan jumlah bibit sebanyak 33.215 batang, lokasi  penanaman di 8 desa, 8 kecamatan. Juga ada kegiatan pelestraian sumber mata air di Desa Sumberjo, Kademangan sebanyak 5.550 batang.

Sebelumnya, Polres Blitar telah melaksanakan kegiatan penghijauan lingkungan di wilayah Kecamatan gandusari dengan bibit berjumlah 600 batang. Sementara itu pada tanggal 7 Desember 2014 lalu, telah dilaksanakan reboisasi huitan lindung di Serang Kecamatan Pangungrejo dengan jumlah bibit 600 batang oleh Dewan Kesenian Kabupaten Blitar, pimpinan Wima Brahmantya. Untuk pekan depan,  gerakan penghijauan dilaksanakan di Kecamatan Sutojayan.

Dijelaskan lebih lanjut, setelah  penanaman simbolis oleh Bupati Blitar, akan dilanjutkan penanaman oleh masyarakat pada lahan kritis dengan tanaman kayu-kayuan dan MPTS sebanyak 11.000 batang yang lokasinya disebelah utara lapangan Lorejo atau sekitar 6 ha lahan kritis. Selain  jumlah bibit tersebut juga terdapat bantuan untuk penghijauan yakni dari BPDAS Brantas sebanyak 74.250 batang untuk 22 wilayah kecamatan serta untuk memenuhi permintaan bantuan bibit dari masyarakat melalui Posko Bibit Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Blitar. Sedangkan dalamm kawasan perhutani tahun ini akan ditanam 1.115.000 batang.  Jadi total bibit tyang ditanam tahun ini yang melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan sejumlah 635.015 batang, ditanam oleh Perhutani 1.115.000 batang, dan itu belum yang termasuk swadaya dari masyarakat.  

Orang nomor satu di Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Blitar berharap, dengan terselenggaranya acara peringatan HMPI dan BMN 2014 dapat mempercepat upaya rehabilitasi lahan kritis serta perbaikan kualitas lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Blitar yang didampingi Wabup dan Unsur Forpimda menyerahkan piala kepada beberapa pemenang lomba, diantaranya kepada pemenang lomba kebun bibit rakyat dengan juara 1  Edi Supriyo  dari Kelompok Tani Sekarmulyo Desa Balerejo Panggungrejo, juara 2 lomba oleh  Sukarji dari  Desa Tapakrejo Kesamben juga penghargaan kepada pedamping teladan kegiatan kebun bibit rakyat untuk  Abdul Majid , Kec. Kesamben. (Humas)