DINAS KESEHATAN PASTIKAN TAK ADA WARGA TERTULAR VIRUS ANTRAKS
Upload by - Jum'at, 19 Desember 2014
Blitar – Sebelumnya pada bulan Desember 2014 ini, Dinas Peternakan menemukan 4 ekor hewan ternak jenis sapi perah mati mendadak, di Desa Kendalrejo Kecamatan Srengat. Setelah dilakukan uji laboratorium di Balai Besar Veteriner Daerah Istimewa Yogyakarta, pada sampel darah bangkai sapi menunjukkan positif adanya serangan bakteri Bacillus Anthracis, yang artinya ke-4 sapi tersebut positif terserang antraks.
Terkait hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar telah melakukan pemeriksaan di lapangan terhadap warga yang tinggal di sekitar lokasi kandang, termasuk pemilik kadang. Hasilnya tidak ditemukan satupun warga yang terindikasi tertular virus antraks. Diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Kuspardani, setelah menjalani pemeriksaan, pada mereka tidak diketemukan gejala telah terjangkit antraks seperti panas, koreng-koreng di kulit, sesak nafas serta diare, sehingga sudah dapat dipastikan aman. Sementara warga pemilik kandang yang dilaporkan sakit, ternyata dikarenakan menderita stroke. Kendati demikian, menurutnya Dinas Kesehatan akan terus melakukan pemantauan di lapangan. Namun ia tidak dapat memastikan sampai kapan pemantauan akan dilakukan karena masih akan berkoordinasi dengan Dinas Peternakan.
Terkait serangan virus antraks yang mengakibatnya matinya 4 ekor sapi perah di Desa Kendalrejo Kec. Srengat tersebut, Dinas Peternakan Kabupaten Blitar untuk sementara waktu menghentikan pengiriman daging sapi dan susu dari peternakan itu ke luar daerah. Kendati Kendalrejo bukanlah sentra peternakan sapi perah di Kabupaten Blitar karena populasinya hanya di bawah 80 ekor. Untuk mencegah penularan bakteri dari bangkai sapi ke sapi hidup, Dinas Peternakan juga telah menyuntikkan vaksin kepada seluruh sapi dengan radius sekitar 10 km dari kandang yang terjangkit antraks. (IM-Dishubkominfo)