PEMKAB. BLITAR BANTU FASILITASI PEMULANGAN JENAZAH KORBAN PESAWAT AIR ASIA

Upload by - Rabu, 07 Januari 2015

Hingga kini Pemkab. Blitar terus memantau perkembangan informasi terkait dua warga Kabupaten Blitar masing-masing Ruth Natalia (26) warga Jalan Gajah Mada Kec. Wlingi dan Yuni Astuti warga Dusun Jugo RT 05 RW 01, yang dilaporkan menjadi korban jatuhnya Pesawat Air Asia di Selat Karimata. Wakil Bupati Blitar Rijanto mengatakan, dari pantauan pemerintah, memang hingga kini jasad kedua korban belum ditemukan oleh Tim Basarnas.  Kondisi ini diakuinya cukup mengundang keprihatinan Pemkab. Blitar. Karenanya sebagai bentuk kepedulian kepada korban, pemerintah  mengupayakan untuk membantu pemulangan jenazah keduanya ke Kabupaten Blitar, setelah berhasil ditemukan dan diidentifikasi. Bahkan kepada keluarga korban juga direncanakan akan diberikan santunan. Untuk jenazah Yuni Astuti, karena yang bersangkutan merupakan TKW, dan terdaftar secara resmi, memang sesuai prosedur pengurusan dan pemulangan jenazah ditangani oleh BP2TKI, namun karena Yuni merupakan warga Kabupaten Blitar, maka pemerintah akan tetap turun tangan. Sementara selain Ruth Natalia dan Yuni Astuti, terdapat satu warga Kabupaten Blitar lainnya yang termasuk dalam manifest Pesawat Air Asia.  Ia adalah "S" warga Desa Sidorejo Kec. Ponggok.  Berdasarkan informasi  Camat Pongok Agus Santoso, sama halnya dengan Yuni Astuti, keberangkatan "S" ke Singapura saat itu juga untuk bekerja. Namun nasib keduanya berbeda, "S" diselamatkan bisikan gaib sesaat sebelum ia menaiki pesawat. "S" memutuskan untuk membatalkan keberangkatannya ke Singapura dengan pesawat Air Asia dan memilih penerbangan Maskapai lain. (Sumber Berita : IRM)