SELISIH WAKTU PENURUNAN HARGA, OMSET PENJUALAN SPBU TURUN 50%

Upload by - Senin, 19 Januari 2015

Blitar – Adanya selisih waktu hingga dua hari antara pengumuman dan pemberlakuan harga baru bahan bakar minyak mengakibatkan stasiun pengisian bahan bakar umum SPBU mengalami kerugian karena adanya penurunan penjualan.

Menurut Keterangan Pengawas SPBU Jiwut Nglegok Kabupaten Blitar, Agus, selisih waktu pengumuman dan pemberlakuan penurunan harga BBM ini jelas mengakibatkan omzet penjualan menurun drastis. Penurunan omzet penjualan BBM sebelum pemberlakukan harga baru BBM tersebut rata-rata perhari mencapai 50%. Jika hari normal mampu menjual 15 kl (kilo liter) untuk premium sebelum penurunan harga, menurun tinggal 7 kl, sedangakn solar biasanya mampu menjual 5 kl tinggal 3 kl setiap harinya. Penurunan tersebut terjadi karena pengumuman harga baru tidak langsung diikuti dengan pemberlakuan dan ada selisih beberapa hari, sehingga konsumen memilih untuk menunggu atau mengurangi pembelian BBM sambil menunggu harga baru diberlakukan. (IR-Dishubkominfo)