JAWA TIMUR KLB DEMAM BERDARAH, BUPATI BLITAR SERUKAN PSN
Upload by - Jum'at, 06 Februari 2015
Blitar – Selain peran pemerintah, masyarakat diminta proaktif untuk mencegah ancaman nyamuk demam berdarah yang bisa menyerang siapa saja. Ini menyusul telah ditetapkannya Jawa Timur sebagai wilayah yang mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah karena kasus yang tinggi . Hal ini diungkapkan Bupati Blitar, H.Herry Noegroho saat membuka acara Rapat Koordinasi Siaga DBD di Pendopo Ronggo Hadinegoro, Kamis (5/2).
Menurut orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) merupakan cara paling efektif untuk mencegah nyamuk "aedes aegypti" berkembang biak, antara lain dengan gerakan 3M, yakni mengubur, menguras dan menutup. Keikutsertaan pramuka di Kabupaten Blitar dalam Gema Prakmantik juga harus didukung. Karena terbukti sangat membantu memberantas jentik-jentik nyamuk.
Sedangkan kasus pada Tahun 2015 sebanyak 57 kasus. Kepala Dinas Kesehatan ini juga mengatakan, untuk kasus yang terajdi di wilayaha kecamatan selama kurun waktu 2014-2015 tertinggi di Kecamatan Sutojayan yakni sebesar 53 kasus pada Tahun 2014 sedangkan Tahun 2015 sebanyak 29 kasus. Sementara untuk Puskesmas dalam angka bebas jentik Tahun 2014 adalah Kecamatan Wates yaitu 99,6% disusul Kecamatan Sutojayan sebesar 91.6%.
dr. Kuspardani dihadapan seluruh camat, beberapa Kepala SKPD dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Blitar juga menyebutkan, hasil evaluasi Gema Prakmantik 2014, Kecamatan Wlingi yang paling aktif melaporkan kegiatan pemberantas jentik. Hal ini bisa menjadi acuan bagi kecamatan lain untuk lebih aktif memberantas jentik.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Blitar menyerahkan secara simbolis kaos dan abate kepada camat sebagai wujud kepedulian pemberantasan nyamuk demam berdarah. Karena Jumat, 6 Pebruari 2015, digalakkan PSN secara serentak diseluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Blitar. Bahkan, pada acara itu, Sekretaris Daerah, Drs. Palal Ali Santoso,MM juga langsung membagi Tim Monitoring Evaluasi untuk tiap titik. Sekretaris Daerah berharap, seluruh tim harus bekerja maksimal supaya kondisi KLB bisa diminimalisir, tidak ada lagi korban dari gigitan nyamuk aedes aegypti ini. (Humas)