BUPATI : NYEPI, MOMENT MEMPERERAT KEBERSAMAAN
Upload by - Selasa, 14 April 2015
Blitar – Ribuan umat Hindu Kabupaten/Kota Blitar, Minggu (12/04) memadati area Candi Pallah Penataran untuk mengikuti kegiatan Dharma Shanti yang merupakan rangkaian peringatan Hari Raya Nyepi Tahun Baru 1937 Saka. Perayaan Nyepi mengambil tema melalui Nyepi dan Dharma Shanti Kita Tingkatkan Moral dan Karakter Luhur Dalam Mewujudkan Kehidupan Berbangsa/Bernegara yang Rukun Dan Damai, dihadiri Bupati Blitar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Wakil Bupati Blitar, Sekda, Kapolres Blitar, Dandim 0808 Blitar, Kepala SKPD terkait, maupun Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jawa Timur dan Kabupaten/Kota Blitar. Bupati Blitar H. Herry Noegroho SE, MH, dalam sambutannya mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Nyepi bagi seluruh Umat Hindu dan berharap moment Perayaan Nyepi Tahun Baru 1937 Saka ini bisa semakin mempererat kebersamaan antara Pemerintah Daerah dengan Umat Hindu. Selama ini komunikasi dengan tokoh agama sudah terjalin cukup baik, sehingga tercipta situasi yang sangat kondusif di Kabupaten Blitar. Orang nomer satu di Kabupaten Blitar itu mendukung perayaan Dharma Shanti dilakukan di area Candi Pallah Penataran, karena bisa meningkatkan pengunjung baik wisatawan lokal maupun asing. Hal ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Blitar, untuk mempromosikan wisata budaya Candi Pallah Penataran baik secara Nasional maupun Internasional sehingga keberadaannya bisa sejajar dengan Candi Prambanan maupun Candi Borobudur. Untuk itu beberapa kegiatan budaya seperti Pesona Bumi Penataran dan Purnama Seruling Penataran rutin digelar di area Candi Pallah Penataran. Dalam kesempatan itu Bupati Blitar H. Herry Noegroho SE, MH berharap kedepan Perayaan Hari Raya Nyepi bisa menjadi salah satu aset wisata budaya di kabupaten Blitar, karena rangkaian perayaan seperti Melasti, Tawur Kasanga maupun Dharma Santi selama ini tidak hanya Umat Hindu saja yang merayakan, namun banyak masyarakat umum ingin menyaksikan prosesi itu. Sebelumnya Ketua Panitia, Lestari dalam laporannya mengungkapkan, kegiatan Dharma Shanti sebelumnya diawali dengan Melasti di Pantai Jolosutro yang dihadiri sekitar 8000 Umat Hindu serta Tawur Kasanga di Kecamatan Wlingi dengan menampilkan 39 kelompok Ogoh-Ogoh. Rangkain kegiatan itu merupakaan kegiatan rutin tahunan umat Hindu saat merayakan Hari Raya Nyepi, sehingga diharapkan Perayaan Nyepi tahun depan akan lebih baik. Perayaan Nyepi tahun ini istimewa, karena ada penghargaan bagi peserta pawai ogoh-ogoh yang tahun sebelumnya tidak ada, sehingga bisa meningkatkan motivasi peserta. (Humas-Dishubkominfo).