MENCETAK FASILITATOR PEMULASARAAN JENASAH
Upload by - Selasa, 16 Juni 2015
Blitar – Pemerintah Kabupaten Blitar gencar melakukan berbagai pelatihan kepada masyarakat satu diantaranya dengan mengadakan pelatihan peningkatan SDM untuk pemulasaraan jenasah, Selasa (16/6) di Gedung Serba Guna Kantor Bupati Blitar. Tujuan dari kegiatan tersebut supaya masyarakat memahami dan memiliki kemampuan melakukan proses pemulasaraan jenasah. Target kegiatan yang dihadiri 400 peserta dari fatayat ini adalah menjadi kader fasilitator pemulasaraan jenasah. Demikian ungkapan Kepala Dinas Sosial Romlan melalui Kepala Bidang Kesra dan Bansos, Masrum, S.Ag,MH.
Kegiatan ini merupakan kali kedua bagi Pemerintah Kabupaten Blitar yang menjadi agenda rutin. Nara sumber dari kegiatan tersebut yakni; KH.Nur Hidayatullah dari MUI Kabupaten Blitar, Masluchi, Ketua PC Muslimat NU, dan Eko Wahyudi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar. Harapannya, dengan pelatihan ini target untuk mencetak fasilitator pemulasaraan jenasah di kabupaten ini sukses.
Menurut KH.Nur Hidayatullah dalam paparannya mengungkapkan, manusia dalah salah satu makhluk Allah yang dimulyakan, mulai dari kematiannya sampai pada proses penguburannya atau bahkan setelah dikubur. Khusus a pasca kematian sampai proses penguburan dalam istilah fiqih disebut Tajhizul Mayit atau perawatan mayit. Secara umum, tajhiz meliputi; memandikan, mengkafani, mensholati, dan menguburkan. Namun demikian pada parkteknya tidaks emua mayat harus tajhiz dengan empat hal itu karena harus disesuakan terlebih dahulu dengan status dan kategori mayat misalnya mayat muslim syahid, shiqt (bayi lahir premature) muslim, mayat muslim selain shiqt dan syahid. Sementara itu, Eko Wahyudi dari Dinas Kesehatan menjelaskan, pada prinsipnya semua orang bisa memandikan jenasah asal tahu caranya. Langkah-langkah praktis antara lain; menyiapkan tempat untuk memandikan jenasah, larutan kalorin, dan menggunakan pakaian yang memenuhi standart universal precaution misalnya dengan menyiapkan sarung tangan, sepatu boat, tutup kepala, kacamata serta masker.. Sementara peralatan universal precaution di pemakaman yakni disarankan petugas yang menurunkan jenasah ke liang lahat sebaiknya memakai sarung tangan karet, dan menggunakan sarung tangan jika membuka kain kafan setalah selesai, lepas sarung tangan dan biarkan terkubur bersama jenasah.(Humas)