HARI JADI, MOMENTUM TINGKATKAN SEMANGAT MEWUJUDKAN MASYARAKAT YANG SEJAHTERA, RELIGIUS DAN BERKEADILAN

Upload by - Kamis, 06 Agustus 2015

Blitar – Bupati Blitar, H.Herry Noegroho dan Masyarakat  Blitar merayakan puncak Hari Jadi Blitar ke-691 Tahun 2015 di Pendopo Agung Ronggo Hadinegoro, Rabu (5/8). Tema  Hari bersejarah tahun ini, ”Dengan Semangat Hari Jadi Blitar ke-691 dan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70 Tahun 2015, Kita Kokohkan Persatuan dan Jati Diri Bangsa Sebagai Modal Melanjutkan Pembangunan Menuju Masyarakat Yang Sejahtera, Religius dan Berkeadilan.”. Melalui tema tersebut diharapkan bisa sebagai pemacu semangat mewujudkan  Visi dan Misi Kabupaten Blitar dibawah kepemimpinan Bupati Blitar H.Herry Noegroho dan Wakilnya, H.Rijanto.

Orang nomor satu di Kabupaten Blitar dalam sambutannya juga mengungkapkan, peringatan Hari Jadi bertepatan di bulan Syawal. Atas nama pribadi, keluarga , serta sebagai Bupati Blitar meminta maaf jika ada kesalahan sengaja maupun tidak kepada seluruh warga Blitar. Bupati Blitar juga meminta maaf, jika selama kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Blitar, H.Rijanto masih banyak program yang belum terwujud. Pasalnya, hari jadi tahun ini merupakan momen terakhir dalam masa kepemerintahannya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Blitar juga mengingatkan akan cerita tentang rakyat Blitar pada masa kerajaan. Menurutnya, masyarakat Blitar yang paling bisa menghargai pemerintahan diatasnya kala itu. Dan ini mendapat penghargaan dari Kerajaan Majapahit  yang tertuang dalam prasasti Njaring dan Talan di Kediri. Bahakn ketika perjuangan melawan Tar-tar, rakyat Blitar gigih berjuang. Semangat kepahlawanan menjadi perhatian khusus para raja. Hal ini diceritakan pada Prasasti Pandelegan dan Palumbangan. Diceritakan pula, Blitar merupakan kawasan yang sering dikunjungi raja-raja waktu itu. Mengingat Blitar merupakan daerah yang subur dan damai.

Ditempat terpisah, Ketua Umum Pelaksanaan Hari Jadi Blitar ke-691, Luhur Sejati mengungkapkan banyak terima kasih kepada seluruh panitia dan masyarakat Kabupaten Blitar atas kerjasama dalam puncak peringatan Hari Jadi. Diharapkan pula,  hari bersejarah ini sebagai momentum untuk evaluasi serta semangat mengisi pembangunan di Kabupaten Blitar.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, prosesi puncak acara Hari Jadi berlangsung khidmad. Wakil Bupati Blitar  dan Sekretaris Daerah usai acara di alun-alun Kota Blitar menuju Pendopo Ronggo Hadinegoro, yang kemudian disusul dengan kirab Kitab Sejarah dan Panji Lambang Daerah yang sebelumnya di kirab dari Candi Palah Penataran Kec. Nglogok.  Kitab Sejarah dan Panji Lambang Daerah tersebut  diserahkan oleh Sekretaris Daerah kepada Bupati Blitar. Masih seperti tahun sebelumnya, Foto Bupati Blitar dari masa ke masa juga dikirab dari alun-alun menju Pendopo. Sebagai penutup acara, Bupati Blitar memotong tumpeng sebagai wujud rasa bersyukur masyarakat Kabupaten Blitar kepada Tuhan YME.

Sekedar mengingatkan, perayaan Hari Jadi ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada tanggal 3 sampai 7 Agustus 2015 karyawan/karyawati seluruh SKPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar dari desa/kelurahan serta lembaga pendidikan diwajibkan untuk memakai pakaian jadul. Hal lain yang juga membedakan dengan perayaan tahun lalu yakni pada prosesi Kirab Kitab Sejarah dan Lambang Daerah.  Pada Rabu, 5 Agustus 2015 pukul 06.30 WIB, kirab Kitab Sejarah dan Lambang Daerah dari Candi Palah Penataran menuju Aloon-Aloon Kota Blitar. Prosesi ini dilaksanakan setiap empat tahun sekali. Pada hari yang sama, Rabu 5 Agustus 2015 pukul 07.30 WIB, Pisowanan Agung (Upacara Hari Jadi Blitar) dari aloon-aloon menuju Pendopo Agung Ronggo Hadinegoro. Ini diikuti oleh Kepala Desa/Lurah, Camat, Perangkat Desa/Kelurahan, Ketua BPD/FMK, Ketua LPMK/LPPD, masyarakat dan unsur pendidikan yang dipimpin oleh Sekretaris Camat masing-masing dengan membawa Panji Desa/Kelurahan/Kecamatan. Mereka memakai busana Kejawen Cakrik/Model Surakarta (Solo), Mangkunegaran. Sementara untuk resepsi Hari Jadi Blitar ke-691 (Rabu,5 Agustus 2015) pukul 19.00 WIB  akan digelar wayang kulit di Pendopo Agung Ronggo Hadinegoro dengan Dalang Ki Anom Suroto dari Surakarta Jawa Tengah.

Undangan yang akan menghadiri kegiatan bersejarah itu sebanyak 3346 orang dari berbagai unsur, termasuk Gus Jeng Blitar. Mereka selain menjadi duta wisata, juga sebagai duta museum, serta duta budaya. Seperti diketahui, Kabupaten Blitar merupakan satu diantara daerah di Jawa Timur sebagai kandidat Kabupaten Peduli Cagar Budaya. Pasalnya, Kabupaten Blitar dari sekian wilayah di Jawa Timur merupakan salah satu wilayah yang memiliki museum. Ini sebagai bukti bahwa dari masa Bupati Blitar yang pertama peduli dengan cagar budaya.

Seperti peringatan Hari Jadi sebelumnya, mengawali Puncak Hari Jadi ke-691, Bupati Blitar beserta rombongan , Senin, 3 Agustus 2015 melakukan ziarah leluhur ke Makam Aryo Blitar, Makam Syeh Subakir di Kecamatan Nglegok dan Makam Pangeranan di Jalan sultan Agung Kota Blitar. Untuk memeriahkan hari bersejarah tersebut,  juga diadakan lomba kebersihan dan ketertiban ibukota kecamatan se-Kabupaten Blitar yang berlangsung dari tanggal 1 sampai 28 Agustus 2015. Sedangkan acara Gerak Jalan Tradisional Pramuka Bakung-Lodoyo  akan berlangsung Jumat, 21 Agustus 2015  Jam 16.00 WIB, dengan start Lapangan Desa Bakung Kecamatan Bakung dan finish Kantor Camat Sutojayan. Masih dalam rangkaian Hari Jadi  Blitar ke-691 juga akan ada pagelaran seni budaya, pameran, dan kegiatan lain di Kawasan Penataran Kecamatan Nglegok. Kegiatan ini meliputi; funbike/sepeda kuno 691 yang akan diselenggarakan Minggu, 23 Agustus 2015 jam 06.00, start/finish wilayah eks. Pembantu Bupati Srengat, tanggal 27 s/d 29 Agustus 2015 bertempat di Kawasan Wisata Penataran, digelar Festival Penataran, Pameran Pendidikan, Pameran Keris dan Bursa Akik Nasional 691. Pemilihan kaum muda berbakat yang terangkum dalam Grand Final Gus Jeng dan Festival Batik 691  digelar pada 27 Agustus 2015 jam 19.00 bertempat di Kawasan Wisata Penataran.  Untuk Jumat, 28 Agustus 2015 masih ditempat yang sama digelar malam bulan purnama 691. Acara ini akan dihadiri beberapa daerah di Jawa Timur. Gelar budaya/pagelaran wayang kulit dan jajanan khas Blitar 691 akan digelar pada Sabtu, 29 Agustus 2015 di Kawasan Wisata Penataran.

Sebelumnya,  panitia tingkat kecamatan Hari Jadi ke-691dan HUT RI ke-70 melakukan sosialisasi logo dan tema Hari Jadi Blitar ke-691 Tahun 2015 kepada masyarakat melalui Kelurahan dan Desa. Juga mengadakan malam tirakatan pada 4 Agustus 2015 di Kecamatan Desa/Kelurahan/Dusun/Lingkungan dengan melibatkan masyarakat sekitar. Selain itu menggerakkan partisipasi masyarakat di wilayah kerja masing-masing untuk memasang umbul-umbul yang layak di depan rumah warga serta menciptakan lingkungan yang bersih dan indah.

Sejarah  Lahirnya Blitar       

Blitar sejak sepuluh abad yang lalu telah menjadi pusat kehidupan masyarakat yang penting. Berita agak pasti mengenai pertumbuhan Blitar sebagai Pusat Pemerintahan mulai ada sejak awal  pemerintahan Raja-raja Majapahit. Sebagimana dapat dibuktikan dalam sejarah Kerajaan Majapahit lahir setelah Raden Wijaya berhasil mengusir tentara Tartar Ku Bilai Khan pada Tahun 1293 M. (Pararaton : 33).

Majapahit sebagai negara baru berpusat di dekat Mojokerta. Di bawah pimpinan raden Wijaya sebagai Raja pertama, negara Majapahit tumbuh dengan pesat. Suatu hal yang menarik dalam hubungan sejarah daerah Blitar dari masa itu ialah adanya peningalan bangunan suci yang terletak di Desa Kotes Kecamatan Gandusari. Pada bangunan itu terdapat angka Tahun 1222 Saka dan 1223 Saka. Dengan demikian bangunan tersebut berasal dari tahun 1300 dan 1301 Masehi (Knebel : 1908 : hal. 355). Dengan perkataan lain, bangunan itu adalah sejaman dengan Pemerintah Raja Pertama Majapahit. Kenyataan di atas membuktikan bahwa sejarah Blitar pada awal abad ke – XIV masih menunjukkan wilayah yang penting. Seperti halnya dalam prasati Tuhanyaru yang menyebutkan adanya anugrah tanah kepada sejumlah pejabat kerajaan berhubung yang bersangkutan telah berjasa kepada raja, maka prasasti Blitar pun memuat peryataan yang sama. Dapat diketahui bahwa hubungan antara raja Jayanegara dengan daerah Blitar mempunyai sifat yang istimewa. Semasa Pemerintahan Jayanegara telah terjadi pemberontakan, tetapi berhasil dipadamkan. Kenyataan diatas membuktikan bahwa Jayanegara menghadapi masa yang sulit pada tahun pertama Pemerintahannya. Kenyataan ini yang dapat memberikan keterangan , apa sebabnya jayanegara mengeluarkan prasastinya tersebut diatas. Tidak dapat diragukan lagi, bahwa penetapan prasasti di Blitar ini merupakan perestiwa penting setelah Jayanegara ini merupakan titik peresmian berdirinya swastanca Blitar dalam naungan kekuasaan Majapahit dibawah Pemerintahan Jayanegara. Dan peristiwa yang penting itu, sesuai dengan unsur penanggalan dalam prasasti, terjadi pada hari Minggu Pahing bulan Srawana tahun Saka 1246, yang bertepatan dengan tanggal 5 Agustus 1324 M. Untuk masa-masa selanjutnya Blitar disebutkan dalam kitab Negarakertagama dalam hubungannya dengan perlawanan Raja Hayam Wuruk ke daerah-daerah Jawa Timur. Beberapa puluh tahun yang membuat hal pemerintah hal itu sepanjang menyangkut Blitar serta tempat-tempat lain di daerah sekitarnya tertulis pupuh-pupuh. Maka berdasarkan uraian diatas diambil keputusan bahwa HARI LAHIR BLITAR ialah 5 AGUSTUS 1324.(Humas)