PKH, TINGKATKAN AKSESIBILITAS PELAYANAN KESEHATAN DAN PENDIDIKAN RTSM
Upload by - Rabu, 02 September 2015
Blitar – Dalam rangka percepatan penanggulangan kemiskinan, sejak Tahun 2007, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Sosial memberikan Bantuan Tunai Masyarakat Bersyarat (BTB) atau dikenal dengan Program Keluarga Harapan (PKH). Tujuan dari program ini diantaranya untuk meningkatkan aksesibilitas pelayanan kesehatan dan pendidikan bagi Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM), sementara untuk jangka panjang dapat memutus mata rantai kemiskinan dimana RTSM melalui kewajiban yang dipersyaratkan diharapkan akan terjadi perubahan pola pikir terhadap perbaikan ibu hamil, balita serta pendidikan anak-anak. Kedepannya diharapkan masyarakat hidup sehat dan cerdas sehingga SDM yang berkualitas bisa terwujud. Demikian ungkapan Wakil Bupati Blitar saat memberikan sambutan diacara Pembukaan Seleksi Rekrutmen Pendamping dan Operator PKH, Rabu (2/9) di Aula Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata.
Orang nomor dua di Kabupaten Blitar ini juga mengungkapkan, Kabupaten Blitar telah mendapat kesempatan melaksanakan PKH sejak Tahun 2012 di 22 kecamatan. Ini sesuai dengan Keputusan Direktur Jaminan Sosial Kementerian Sosial RI yang telah menetapkan 64 orang tenaga pendamping dan 2 orang tenaga operator.
Dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Blitar juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Sosial RI yang telah memberikan kepercayaan kepada kabupaten ini sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan seleksi akhir calon pendamping dan operator PKH wilayah Jawa Timur yang terdiri dari empat kabupaten yakni Kabupaten Blitar, Kediri, Ponorogo dan Magetan. Kepada para calon pendamping dan operator PKH peserta seleksi akhir, Wakil Bupati Blitar berpesan, agar mereka mengikuti tahapan-tahapan seleksi sebaik-baiknya. Sehingga ketika lulus, mereka bisa bergerak bersama-sama mengentaskan kemiskinan di daerah masing-masing. Ditegaskan pula, Pemerintah Kabupaten Blitar siap menerima evaluasi dari Kementerian Sosial RI terkait program ini.
Ditempat yang sama, Staf Khusus Menteri Sosial RI Bidang Pengembangan SDM dan Program Kementerian Sosial, Prof. DR. Mas’ud Said Ph.D mengungkapkan, seleksi yang diselenggarakan oleh Direktorat Jaminan Sosial Kemensos RI ini secara efektif, obyektif, transparan dan cukup kompetitif. Pria kelahiran Sidoarjo pada 8 Maret 1964 lalu ini mengharapkan, para peserta haru serius, cermat, cakap, bersungguh-sungguh serta berjiwa sosial. Pasalnya, ini yang menjadi acuan para tim penilai untuk menentukan layak tidaknya seorang peserta. Dihadapan tamu undangan dan para peserta seleksi rekrutmen pendamping dan operator PKH, Prof. DR. Mas’ud Said Ph.D menyampaikan terima kasih kepada Kabupaten Blitar terhadap komitmennnya untuk independen serta cermat memilih calon pendamping dan operator PKH 2015.
Sementara itu dalam laporannya, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Blitar, Romelan menuturkan, Kabupaten Blitar pada Tahun 2015 ini ada 90 peserta sedangkan kabupaten ini hanya memerlukan 18 orang pendamping dan operator PKH. Untuk Kabupaten Magetan terdapat 35 peserta. Kabupaten Ponorogo 45 orang peserta dan hanya membutuhkan 9 peserta, sedangkan
Kabupaten Kediri terdapat 35 peserta dan hanya 7 yang mendapat kesempatan sebagai pendamping dan operator PKH.
(Sumber Berita : Humas)