SELEKTIF MEMILIH GARAM BERYODIUM SEHAT
Upload by - Selasa, 08 September 2015
Blitar – Pemerintah Kabupaten Blitar bekerjasama dengan LPPM Universitas Airlangga bersama Tim LPPM Universitas Airlangga serta UNICEF melaksanakan program Law Enforcement on Iodine Deficiency Disorder (IDD) atau yang lebih dikenal dengan sebutan GAKY ( Gangguan Akibat Kekurangan Iodium ). GAKY adalah kumpulan gejala klinis sebagai dampak dri kekurangan iodium. Selama ini di Kabupaten Blitar telah beredar sekitar 45 merk garam yang beredar. Ironisnya 36 garam atau sekitar 80% yang terjual bebas di masyarakat tersebut tidak memenuhi syarat dan hanya 9 yang memenuhi syarat (20%). Terkait temuan itu, Pemerintah Kabupaten Blitar akan segera mensosialisasikannya kepada masyarakat. Hal ini mengemuka saat kegiatan koordinasi dan sosialisasi hasil uji iodium dalam garam di Kabupaten Blitar dan tindak lanjut penegakkan hukummya di Ruang Rapat BAPPEDA Kabupaten Blitar, Senin (7/9).
Asisten Pemerintahan dan Kesra, Drs. Ec. Akhmad Husein M.Si saat memimpin rapat mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Blitar sementara ini hanya bisa melakukan sosialisasi hasil temuan tersebut kemasyarakat, tanpa tuntutan hukum kepada produsen. Pasalnya, perlu mengkaji kembali produk hukum yang telah berlaku di Kabupaten Blitar. Dia berharap, SKPD terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan agar secara kontinu melakukan pengawasan terhadap peredaran garam. Bahkan juga terhadap sembilan bahan pokok yang beredar di wilayah Kabupaten Blitar. Masyarakat diharapkan juga lebih selektif dalam menggunakan garam beryodium demi kesehatan.
Sementara itu, Achmad Toto Poernomo, dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga mengungkapkan, dari hasil uji kuantitatif garam beryodium yang memenuhi persyaratan antara lain, garam Cap Cerdik, Cap G Anyar, Cap Ikan Layang, Cap Indomaret, Cap Kapal, Cap Refina, cap S, Cap Sarcil dan Cap Sumatraco.
Dalam kesempatan itu, Achmad Toto Poernomo juga menjelaskan, akibat dari kekurangan garam yodium diantaranya, berdampak buruk terhadap kualitas SDM, gondok, hypothyroid, gangguan fungsi mental, pertumbuhan terhambat, juga berpengaruh terhadap kesuburan dan imunitas.(Humas)