MENSYUKURI REZEKI LEWAT TRADISI LARUNG SESAJI

Upload by - Senin, 19 Oktober 2015

Blitar – Sudah menjadi tradisi setiap tahun, upacara adat larung sesaji selalu diselenggarakan pada tahun baru Islam (1Muharram).  Tahun baru 1437 H kali ini, upcara adat tersebut dipusatkan di Pantai Tambakrejo Kecamatan Wonotirto, Jumat (16/10). Larung sesaji merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT dari masyarakat atas limpahan rezeki, kesejahteraan dan hasil pembangunan yang telah terlaksana di Kabupaten Blitar. Hal ini diungkapkan Bupati Blitar, H.Herry Noegroho saat menghadiri acara tersebut.

Orang nomor satu di Kabupaten Blitar tersebut juga mengungkapkan, proses larung sesaji kepala sapi dan hasil bumi seperti palawija, buah dan sayur juga dilaksanakan secara serentak di Pantai Serang dan Jolosutro. Upacara adat ini juga sebagai wujud melestarikan budaya leluhur nenek moyang, agar generasi penerus mengetahui dan menjaga tradisi ini. Selain itu sebagai wujud mengembangkan wisata di Kabupaten Blitar. Hal ini bertujuan meningkatkan kunjungan wisatawan di Kabupaten ini.

Hal senada juga dituturkan oleh Luhur Sejati, Kepala Disporbudpar Kabupaten Blitar. Menurutnya, kegiatan larung sesaji yang terlaksana atas kerjasama berbagai pihak tersebut merupakan aset wisata budaya yang patut dijaga dan dilestarikan.  Luhur Sejati juga memberikan apresiasi kepada masyarakat khususnya Desa Tambakrejo yang telah turut memeriahkan kegiatan tesrebut dengan pentas seni tarian oleh siswa-siswi SD di Desa tersebut, juga acara bazar aneka dagangan disepanjang jalan menuju pantai.

Hadir dalam acara adat tersebut, Kertua TP PKK Kabupaten Blitar, Hj. Erra Herry Noegroho, Wakil Bupati Blitar, H.Rijanto beserta istri, Sekretaris Daerah, Drs. Palal Ali Santoso, MM juga berserta istri serta unsur Forpimda dan beberapa Kepala SKPD Kabupaten Blitar. (Humas)