PERAN PARPOL DAN STAKEHOLDERS PENTING UNTUK DUKUNG KABUPATEN BLITAR LEBIH SEJAHTERA

Upload by - Kamis, 19 Mei 2016

Blitar – Kabupaten Blitar harus kondusif sehingga investor dengan leluasa masuk ke wilayah ini. Tentunya peran serta partai politik, stakeholders, LSM, dan masyarakat sangat diperlukan. Ini demi mewujudkan masyarakat lebih sejahtera, maju dan berdaya saing. Hal ini mengemuka dalam kegiatan Ngobrol Santai Bareng Koordinasi Partai Politik dan Stakeholders di Kampung Coklat, Rabu 18 Mei 2016.

Bupati Blitar, H.Rijanto yang didampingi Wakil Bupati Blitar Marhaenis dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Menurut orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini, kegiatan ngobrol bareng dengan parpol serta stakeholders yang dihadiri unsur Forpimda, beberapa Kepala SKPD, Camat, Muspika, dan mahasiswa ini sebagai upaya untuk saling bertukar informasi sekaigus menyelesaikan masalah bersama yang ada di Kabupaten Blitar. Bupati Blitar juga mengingatkan untuk selalu bergotong royong. Karena tanpa gotong royong, usaha yang dilakukan hasilnya kurang maksimal. Bupati juga mengingatkan melalui jargonnya, Guyub Makaryo, Murih Santoso. Atau dengan kata lain, kompak bekerja demi mewujudkan masyarakat sejahtera.

Dalam kesempatan tersebut, beberapa parpol dan undangan yang menghadiri kegiatan itu menyampaikan beberapa masalah maupun ide , diantaranya tokoh agama, KH. Zamroji. Diungkapkannya, bahwa politik bagian dari agama, juga mengandung halal maupun haram. Untuk itu politik harus religius komitmen, artinya, tidak menyimpang pada agama, mengutamakan amanah rakyat. Dia juga berpesan, kendati beda partai dan beda prinsip harus tetap rukun. Sementara itu beberapa masukan sekaligus masalah yang disampaikan oleh parpol antara lain, dari PKS misalnya, menanyakan komitmen Pemerintah Kabupaten Blitar tentang standart pelayanan maksimal kepada masyarakat, misalnya dibidang kesehatan dan pembiayaan publik. PKS juga mengingatkan adanya komunikasi yang intens antara Pemkab. Blitar dengan partai. Sedangkan dari partai Demokrat terkait masalah narkoba yang harus diantisipasi sekaligus penanganannya di wilayah ini. Juga harus memaksimalkan pengelolaan pariwisata terutama akses menuju lokasi wisata tersebut harus dibenahi. Hal ini juga disampaikan dari partai Nasdem maupun PDIP. Ditegaskan oleh mereka, potensi pariwisata di Kabupaten Blitar yang luar biasa harus tergarap secara maksimal. Trisakti yang meliputi politik, ekonomi, dan budaya juga hendaknya dijalankan secara optimal dan bersinergi. Jika ketiga point ini dipegang, kesejahteraan masyarakat Kabupaten Blitar cepat tercapai. Dalam kesempatan tersebut, perwakilan dari PDIP juga mempertanyakan Putri Kencana yang notabene adalah program unggulan dari masing-masing kecamatan serta evaluasi kegiatan UMKM dan koperasi. Karena jika baik koperasi maupun UMKM bisa maksimal, kesejahteraan masyarakat tentunya juga meningkat. PDIP juga mengingatkan, di lokasi pariwisata, tempat ibadah yang sarat dengan dikunjungi banyak orang agar dipasang himbauan untuk memerangi narkoba. Pasalnya Indonesia sudah darurat narkoba.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Blitar mengatakan, beberapa investor memang sudah melirik potensi wisata yang ada di Kabupaten Blitar. Promosi tentang potensi kabupaten dengan sebutan Seribu Candi ini juga sudah diupayakan berbagai cara antara lain, melalui website milik Pemerintah Kabupaten Blitar, aneka event baik lokal, regional bahkan nasional. Dalam waktu dekat, 28-30 Mei 2016, akan digelar peringatan HALUN 2016 tingkat Provinsi Jawa Timur dibarengi dengan festival agropolitan yang akan diwarnai dengan pemecahan rekor MURI makan lempok belimbing dan pecel. Ini sebagai promosi bahwa kabupaten ini memiliki potensi buah belimbing, jambu merah juga pecel yang punya cita rasa khas Kabupaten Blitar. Sedangkan pada bulan Juli (29-30 Juli 2016) akan digelar Pawai Budaya Jatim (Jatim Carnival Spectanight), akan diikuti oleh seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur. 17 sampai 23 Oktober 2016 di Bumi Perkemahan Serut Kabupaten Blitar sebagai tuan rumah PERTINAS 2016. Rencananya, kegiatan yang akan berlangsung selama tujuh hari tersebut akan diikuti oleh sekitar 2500 peserta dari seluruh Indonesia, 11 negara ASEAN , dan dari Amerika Serikat serta Canada.

Dalam kegiatan Pertinas V Saka Bakti Husada tersebut juga akan digelar pasar rakyat. Ini bertujuan untuk mengakomodir masyarakat yang ingin berjualan di sekitar lokasi serta sebagai sarana untuk mempromosikan produk unggulan Kabupaten Blitar. Sementara itu, untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, sekolah-sekolah sudah aktif melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler misalnya pramuka, PMR atau kegiatan lain yang bertujuan menyalurkan kegiatan anak pada hal yang positif. Dengan adanya grup sholawat juga diyakini meminimalisir kenakalan remaja sekaligus penyalahgunaan narkoba. Pada tanggal 30 September di Monumen Trisula, Pemkab. Blitar kembali mengundang Habib Jafar untuk bersholawat bersama. Untuk pelayanan masyarakat dibidang kesehatan, orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini berjanji akan segera melakukan komunikasi dengan instansi terkait serta melakukan pembenahan agar pelayanan public lebih baik, termasuk dengan putri kencana maupun kegiatan UMKM dan koperasi. Ini akan dievaluasi ulang. Untuk itu, dalam kesempatan tersebut, Bupati Blitar mengharapkan kerjasama dan dukungan dari parpol, stakeholder serta undangan yang hadir dalam kegiatan itu. Supaya Kabupaten Blitar benar-benar kondusif sehingga cita-cita Kabupaten Blitar sesuai dengan visi Menuju Kabupaten Lebih Sejahtera, Maju dan Berdaya Saing bisa terealisasi. (Humas)