JSNC, MODAL PROMOSI BUDAYA KE INTERNASIONAL
Upload by - Senin, 01 Agustus 2016
Blitar – Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Blitar yang telah sukses menjadi tuan rumah Jatim Specta Night Carnival (JSNC) 2016. Kesuksesan ini bukan hanya dari tampilan dan budaya, namun dari kekompakan Pemkab. Blitar untuk melaksanakan kegiatan ini dengan sangat baik. Menurutnya, melalui pelaksanaan JSNC ini, Jawa Timur akan lebih dikenal oleh seluruh dunia, karena budaya dan adat istiadatnya yang sangat beragam dan mempesona. Hal ini disampaikan Gus Ipul dalam sambutannya pada pembukaan Jatim Specta Night Carnival (JSNC) 2016 di Alun-alun Kabupaten Blitar, di Kanigoro, Sabtu, 30 Juli 2016.
Orang nomor dua di Jawa Timur ini juga menegaskan, parade adat dan budaya dari masing-masing daerah di Jawa Timur ini merupakan bagian warisan luhur yang harus dikembangkan dan ditingkatkan. Menurutnya, ini salah satu modal penting untuk Indonesia tetap berjaya di mata Internasional , juga agar generasi penerus tetap memperhatikan budayanya.
Sementara itu Bupati Blitar, H. Rijanto menjelaskan, melalui ajang pelaksanaan JSNC ini, menjadi momen untuk mempromosikan berbagai produk kuliner, obyek wisata dan budaya yang dimiliki oleh Kabupaten Blitar. Orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini mengaku optimis, jika dikembangkan dengan benar maka budaya dan obyek wisata Blitar tidak kalah dengan daerah-daerah lain. Sesuai dengan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Blitar, untuk menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera, maju dan berdaya saing, salah satu yang dikembangkan adalah wisata, budaya dan produk Kabupaten Blitar.
Bupati Blitar juga menyampaikan, bukan hanya melalui JSNC saja untuk mengundang masyarakat agar lebih mengenal Blitar namun juga melalui pameran produk UMKM yang menampilkan produk unggulan masing-masing kecamatan yang ada di Kabupaten Blitar. Melalui Gerakan Ayo Bela dan Beli Produk Blitar, impian menjadi daerah yang memiliki daya saing tinggi akan terealisasi. Untuk itu, Bupati Blitar mengajak masyarakat Blitar untuk mempromosikan Gerakan Bela dan Beli Produk Blitar, agar masyarakat nusantara dan internasional lebih mengenal Blitar.
Kegiatan JSNC dibuka dengan aneka tarian pembuka yang dibawakan oleh putra-putri terbaik Kabupaten Blitar, kemudian ditandai dengan pemukulan kendang oleh Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, bersama dengan Bupati Blitar, H.Rijanto, Wabup Marhenis UW, serta Kepala Disbudpar Jatim, Jarianto.
Dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, JSNC yang digelar ketiga kalinya ini diikuti sekitar 28 peserta kabupaten/kota di Jawa Timur (Jatim), ditambah Daerah Istimewa Yogyakarta yang menampilkan budaya “Tupatan Jolosutro”. Kabupaten Blitar sebagai tuan rumah mendapat urutan pertama dalam karnaval tersebut dengan mengambil tema, “Banyu Bening,” yang artinya sebuah keputusan yang tidak bisa dibantah oleh siapapun bahwa Blitar cikal bakal nusantara. Blitar sebagai Bumi Laya Ika Tantra Adi Raja yaitu bersemayamnya raja-raja agung nusantara. Juga lahirnya tokoh, pemimpin nasional pejuang kemerdekaan.
Setelah tuan rumah, disusul kemudian kontingen dari DI.Yojyakarta, Kabupaten Malang, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Probolinggo, dan kontingen terakhir dari Kabupaten Bangkalan Madura. Pemenang dalam JSNC Tahun 2016 ini, untuk kategori yang terspecta yaitu, Juara 1 oleh Kabupaten Nganjuk, Juara II Kabupaten Lumajang dan Juara III Kabupaten Sidoarjo. Kategori 5 kereta atau mobil hias teratistik yakni Kabupaten Pamekasan, Kota Malang, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Tuban dan Kabupaten Lamongan. Kategori 10 Penyaji Terbaik yaitu, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Pamekasan, Kota Blitar, Kabupaten Trenggalek, Kota Malang, Kabupaten Magetan, Kota Kediri, Kabupaten Gresik, Kabupaten Jember, dan Kota Surabaya. Untuk kategori 10 penyaji unggulan yakni, Kabupaten Malang, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pacitan, Kota Madiun, Kota Pasuruan, Kabupaten Tuban, Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Sampang.
Empat penyaji harapan oleh Kabupaten Sumenep, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Madiun dan Kabupaten Lamongan. Penghargaan khusus bagi Kabupaten Blitar sebagai tuan rumah.
Sebelumnya di Hotel Tugu Lestari, Sabtu (30/7) digelar jumpa Pers terkait kegiatan JSNC. Jarianto, Kepala Dinas Porbudpar Provinsi Jawa Timur yang didampingi Hartini, Kepala Bidang Seni dan Budaya Disporbudpar Provinsi Jawa Timur menegaskan, JSNC merupakan pencanangan untuk mengangkat potensi Provinsi Jawa Timur melalui Jatim Festival Fair yang akan digelar pada Tahun 2017. Dengan adanya JSNC yang di gelar di Kabupaten Blitar sebagai tolok ukur menuju Jatim Festival Fair. Ditegaskannya, JSNC bukan kegiatan yang sifanya hura-hura atau arak-arakan namun untuk mengangkat pengembangan pariwisata dan budaya khususnya yang ada di Kabupaten Blitar. Kedepan kegiatan ini akan memanfaatkan travel-travel yang ada di daerah untuk mempromosikan wisata Jawa Timur kewisatawan asing. Mengingat Provinsi Jawa Timur kaya akan adat, budaya dengan ciri khas masing-masing daerah. Dengan digelarnya JSNC ini diharapkan juga meningkatkan PAD serta perekonomian masyarakat yang berbasis seni dan budaya.(Humas)