DIGITALISASI MEDIA, SARANA PERCEPATAN PEMBANGUNAN DAERAH

Upload by - Selasa, 25 Oktober 2016

Blitar – Jaman  modernisasi biasanya dibarengi dengan semakin canggihnya teknologi. Termasuk penggunaan sarana komunikasi dan publikasi. Era digitalisasi tidak bisa dipungkiri. Ini demi efektifitas dan efisiensi. Dengan digitalisasi menembus batas, mempercepat akselerasi pembangunan daerah di seluruh pelosok negeri. Demikian ungkapan Dwi Setyo Irawanto, seorang praktisi media saat menjadi narasumber  pada kegiatan workshop Humas tentang Digitalisasi Media Sebagai Sarana Percepatan Pembangunan Daerah, Kamis, 20 Oktober 2016 di  Sekretariat APKASI Gedung Sahid Sudirman Center, Jakarta.

Dwi Setyo Irawanto menekankan bahwa praktisi humas harus mahir menulis efektif yang bertujuan untuk menghindari kesalahpahaman, kebingungan, mempercepat saling pengertian dan memudahkan produksi tulisan. Menurutnya, dengan menulis efektif, humas bisa menempatkan tulisan pada fungsinya, yakni yang pertama inform, kedua to persuade, dan ketiga to entertain, dengan kata lain output tulisan akan bisa memperbaiki komunikasi dan saling pengertian. Tulisan yang efektif  harus memenuhi dua unsur penting, yaitu pertama clear dalam arti pengertian pembaca sama persis dengan maksud penulis dan tidak ambigu atau tidak ada maksud ganda. Unsur kedua adalah concise di mana tulisan itu sebaiknya ringkas namun sekaligus tajam, tidak ada paragraf, kalimat dan kata yang mubazir. Juga harus diperhatikan adalah unsur interesting atau entertaining-nya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, proses menulis bisa diawali dengan mencari ide/gagasan, mengolah dan mengembangkan gagasan, menggali bahan-bahan penulisan, menulis kerangka tulisan, dan menuliskan draft tulisan.  Setelah itu melakukan revisi ulang. Dwi Setyo juga memberikan semangat bahwa banyak sumber yang bisa dieksplor. Misalnya, hal-hal yang menarik seperti potensi ekonomi, potensi wisata, potensi kawasan, atau bisa mengangkat profil mulai dari pejabat, profesional, pekerja sosial, pegawai tekun (tukang pos, bidan, guru), sukses story, orang biasa yang unik (tukang cukur tua, tukang foto keliling, pemulung sayur busuk, bahkan pengusaha sewa buku keliling. Untuk itu dia berharap, para humas di Pemerintah kabupaten/kota bisa makin kreatif dan produktif dalam menghasilkan konten-konten yang bagus serta bermanfaat tidak saja untuk kepentingan pemerintah setempat, namun lebih jauh lagi bagi siapa saja yang memerlukan informasi tersebut, terlebih kepada para investor dan buyers dari luar negeri. Mengingat  salah satu fungsi humas di Pemerintah Kabupaten adalah sebagai pintu masuk dan keluar sebuah informasi yang berhak diakses oleh publik. Untuk itulah, para praktisi humas di Pemkab harus memiliki skill dan kreatifitas untuk menggali potensi informasi di daerahnya masing-masing. Ini pula yang menjadi landasan Apkasi menyelenggarakan Workshop Jurnalistik di Jakarta, Kamis, 20 Oktober 2016.(Humas)