CUACA EKSTRIM, BUPATI BLITAR INGATKAN WARGA UNTUK WASPADA
Upload by Web Admin - Sabtu, 18 Februari 2017
Blitar – Cuaca ekstrim yang melanda Kabupaten Blitar diprediksi oleh BMKG masih akan berlangsung sampai akhir Pebruari 2017. Seluruh wilayah di kabupaten ini diharapkan tetap mewaspadai akibat dari cuacara ekstrim tersebut. Pasalnya, akhir Tahun 2016 lalu, Desa Olak Alen, Kecamatan Selorejo tertimpa musibah tanah longsor. Beberapa rumah penduduk rusak total akibat kejadian itu. Termasuk jalan penghubung dengan Kabupaten Malang juga mengalami keretakan. Dan baru-baru ini, beberapa wilayah di Sutojayan tergenang akibat banjir. Harapannya, komunikasi dan koordinasi selalu dijalin untuk mewaspadai terjadinya bencana alam. Hal ini mengemuka dalam Apel 17 -an di Halaman Kantor Bupati Blitar di Kanigoro, Jumat (17/2).
Bupati Blitar, Drs. H.Rijanto, MM saat menjadi Inspektur Apel 17-an menyampaikan, bencana tanah longsor yang sempat terjadi di Desa Olak Alen sudah tertangani dengan baik. Bupati Blitar menyampaikan terima kasih sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, bergotong royong membangun pemukiman warga yang terkena dampak longsor. Termasuk upaya evakuasi warga korban banjir yang baru saja terjadi di Sutojayan. Kendati saat itu warga belum mau diungsikan, namun sudah ada upaya maksimal dari instansi terkait dan relawan untuk mendirikan posko darurat, dapur umum dan kebutuhan lain. Tentu semangat gotong royong dan rasa empati ini harus terus ditingkatkan.
Dihadapan seluruh karyawan/karyawati Pemerintah Kabupaten Blitar, orang nomor satu di Kabupaten Blitar tersebut juga mengungkapkan, kecanggihan ilmu teknologi dan informasi yang dibarengi dengan berbagai dampak harus disikapi dengan bijak. Informasi yang beredar seolah tidak bisa dibendung harus benar-benar difilter. Mengingat , marak informasi yang bersifat hoax. ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar juga diharapkan bisa menyampaikan informasi yang bersifat factual, informatif dan edukatif. Sehingga masyarakat tidak resah. Kondusifitas harus selalu dijaga, termasuk menjaga kebhinekaan. Indonesia lahir karena kebhinekaan, keberagaman. Karena itu, sebagai abdi negara harus terus mematri diri bahwa Pancasila dasar negara serta pedoman Bhinneka Tunggal Ika tetap menjadi penguat persatuan dan kesatuan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Blitar memberikan bantuan dana dari KORPRI Kabupaten Blitar kepada korban longsor di Desa Olak Alen dan kepada korban gempa Pidie Aceh melalui PMI Kabupaten Blitar. Bantuan Untuk korban gempa Pidie Aceh sekitar Rp.50 juta. Sedangkan untuk Desa Olak Alen sekitar Rp. 40 juta. Bantuan untuk Desa Olak Alen ini merupakan tahap kedua, dimana sebelumnya, KORPRI sudah memberikan dana sekitar Rp.30 juta.
Di tempat terpisah, Drs. Ec. Akhmad Husein, M.Si , Wakil Ketua I Pengurus KORPRI Kabupaten Blitar menyampaikan, bantuan tersebut merupakan bentuk empati Pemerintah Kabupaten Blitar kepada warganya. Harapannya, musibah tidak lagi terjadi, namun masyarakat diharapkan tetap waspada, mengingat cuaca masih ekstrim.(Humas)