Media, Amplifier Informasi Pembangunan
Upload by Web Admin - Senin, 11 Februari 2019
Media, Amplifier Informasi Pembangunan
Media, Amplifier informasi pembangunan.Blitar – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai informasi yang berkembang di media sosial (medsos) semakin tidak dipercaya masyarakat. Sebaliknya, masyarakat cenderung merujuk pada informasi yang disajikan media massa arus utama. Orang nomor satu di Indoenesia ini juga menyajikan sejumlah data berdasarkan penelitian Trust Barometer 2018. Mengutip riset itu, Jokowi menyebut media arus utama ternyata tetap lebih dipercaya dibandingkan medsos. Hal ini mengemuka saat Presiden Jokowi memberikan sambutan pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2019, di Grand City, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (9/2/2019).
Untuk diketahui, Pada Tahun 2016, tingkat kepercayaan kepada media massa arus utama unggul 59% dibanding 45% untuk media sosial. Selanjutnya, pada 2017 angkanya 58% berbanding 42%, dan 2018 63% banding 40%. Presiden Jokowi berharap, media arus utama diharapkan mampu menjaga dan mempertahankan misinya untuk mencari kebenaran, misinya untuk membangun optimisme. Juga diharapkan media menjadi amplifier atas informasi tentang pembangunan, termasuk kekurangan yang harus dibenahi bersama-sama.
Dalam kesempatan tersebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima penghargaan Kemerdekaan Pers pada perhelatan Hari Pers Nasional (HPN) 2019 karena dinilai sudah menjamin kebebasan pers, dan memiliki kepedulian terhadap perkembangan pers nasional. Penghargaan ini diserahkan oleh Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo.
Kegiatan yang berlangsung di Grand City Surabaya dengan tema ‘Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital ini dihadiri antara lain Menkominfo Rudiantara, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Pemberdaya Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, dan Ketua DPD RI Oesman Sapta. Hadir juga
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, para duta besar negara sahabat, tokoh pers Surya Paloh dan Chairul Tanjung, dan Ketua Umum PWI, Atal Depari.
Mengingatkan kembali, Hari Pers Nasional (HPN) yang diperingati setiap tanggal 9 Februari.
Hari Pers Nasional atau HPN diselenggarakan untuk merayakan hari jadi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 5 pada tahun 1985. Keputusan Presiden Soeharto pada tanggal 23 Januari ini menyatakan bahwa pers nasional Indonesia mempunyai sejarah perjuangan dan peranan penting dalam melaksanakan pembangunan sebagai pengamalan Pancasila. Selain itu dewan pers kemudian menetapkan hari pers nasional dilaksanakan setiap tahunnya secara bergantian di ibu kota provinsi se-indonesia. (Humas)