Pemkab Blitar Menggelar Audiensi Untuk Mengurai Masalah Peternakan

Blitar- Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pemerintah Kabupaten Blitar menyelenggarakan “Audiensi antara Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi dan Peternak Kabupaten Blitar terkait Persaingan Usaha di Bidang Peternakan Ayam” di Ruang Perdana, Sabtu (10/8/2019).

Bupati Blitar saat memberikan sambutan dan arahan

Audiensi dibuka langsung oleh Bupati Blitar Drs. Rijanto, MM dengan narasumber Penggagas dan Inisiator Sekolah Peternak Rakyat Prof. Dr. Ir. Muladno, MSA, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Dra. Tuti Komaryati., M.M dengan moderator Plh (Pelaksana Harian) Sekretaris Daerah Drs. Mahadin, CU, MM , dan dihadiri oleh OPD terkait juga 120 lebih peternak di Kabupaten Blitar.

Dalam pemaparannya, Muladno yang juga dari IPB (Institut Pertanian Bogor) memberi arahan tentang kemandirian peternak yang ada di Kabupaten Blitar dengan tidak menggantungkan pada Pemerintah daerah semata. Selain itu juga diperlukan adanya Peraturan Daerah (Perda) yang bisa menaungi peternak Kabupaten Blitar.

Muladno saat memberikan pemaparan di depan para peternak

Sementara itu, Tuti Komaryati mengatakan bahwa perlunya Dinas Peternakan Kabupaten Blitar untuk mengumpulkan dan membina para peternak dalam wadah koperasi. Selain untuk membantu pengendalian inflasi, juga memudahkan pemerintah daerah untuk melakukan pembinaan.

Tuti juga mengatakan bahwa akan ada program pelatihan kerjasama Pemkab Blitar dengan USAID (The United States Agency for International Development) selama enam (6) bulan khusus untuk peternak wanita, dengan usia 19-30 tahun. Nantinya, pelatihan ini akan dibuka secara online dan diinformasikan secara terus menerus dengan jumlah kuota 500 orang untuk daerah Jawa Timur.

Di akhir pemaparan, Tuti mengatakan bahwa Kabupaten Blitar sudah memiliki koperasi untuk para peternak, yaitu Koperasi Putra (Peternak Unggas sejahtera) Blitar. “Harapannya semoga koperasi peternak di Kabupaten Blitar cukup satu,” ungkapnya. Bank Indonesia juga memberikan support penuh selama lima tahun ke depan mengingat sektor peternakan sangat mempengaruhi inflasi di Kabupaten Blitar yang juga akan mempengaruhi skala nasional.

Sesi tanya jawab dengan peternak Kabupaten Blitar

Senada dengan Tuti, Bupati Blitar berpesan untuk menyelesaikan masalah dengan bersama-sama, maka dari itu perlu direalisasikan gerakan Kita Kompak Bisa. Salah satunya adalah para peternak bisa mengikuti Koperasi Putra Blitar yang saat ini masih beranggotakan 400 orang.

“Untuk mengurai masalah peternakan yang harus diperkuat adalah koperasi. Meski sudah ada tapi belum maksimal, harus didorong terus. Kalau kita kompak masalah akan selesai, kalau koperasi kuat maka masalah besar akan selesai, dan Pemerintah harus mengayomi peternak dengan menyusun perda tentang peternakan,” ungkap Bupati Blitar saat bertemu dengan awak media.