Perangi Tuberculosis, Pemkab Blitar Gencarkan Langkah Deteksi Dini

Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar terus berupaya meningkatkan pencegahan mewabahnya penyakit Tuberculosis di Kabupaten Blitar, melalui pendeteksian dini terhadap seseorang yang diindikasikan berpotensi tedampak penyakit Tuberculosis.

Seksi P2PM Dinkes Pemkab Blitar, Eko Wahyudi, SKM, MKes, mengatakan, pemerintah mengambil langkah ini sebagai reaksi atas evaluasi kader peduli TBC (Tuberculosis) yang ada di lima kecamatan Kabupaten Blitar, yang dilakukan selama satu tahun sebanyak tiga kali.

Lima kecamatan itu, lanjut Eko, yakni Kecamatan Talun, Kecamatan Ponggok, Kecamatan Srengat, Kecamatan Kademangan dan Kecamatan Sanankulon.

“Secara epidemologi, kalau tidak segera ditemukan penderita-penderitanya, penularannya akan tetap berlangsung disekitar lingkungan dari masyarakat maupun dari penderita Tuberculosis tersebut,” ucapnya, Kamis (12/09/2019) di ruang Perdana Pemkab lama.

Dikatakan dia, untuk program penanggulangan penyakit Tuberkulosis, di Kabupaten Blitar termasuk yang beresiko. Artinya, penemuan yang terduga terdampak Tuberculosis maupun penemuan penderitanya itu masih di bawah yang diharapkan.

“Untuk menemukan yang terduga maupun penederita TBC itu, peran dari masyarakat dalam hal ini kader merupakan hal yang harus juga di tingkatkan. Dalam rangka untuk kita menjaring atau menemukan terduga atau penderita TBC yang ada di Kabupaten Blitar. Karena tidak mungkin itu dilakukan oleh jajaran kesehatan teman-teman puskesmas maupun rumah sakit,” urai Eko.

Lebih lanjut, Dinkses Pemkab Blitar sudah menghasilkan dokumen rencana aksi daerah (RAD) Tuberculosis, yang diluncurkan pada bulan Agustus kemarin, sebagai acuan baik masyarakat, lintas sektor untuk bersama-sama melakukan upaya-upaya kegiatan dalam rangka penanggulan TBC yang ada di Kabupaten Blitar.

Terkini, Dinkes Pemkab Blitar juga mengintensifkan kegiatan sosialisasi bersama kader TBC, mengadakan kegitan monitoring secara berkala. Kegiatan ini meliputi pelatihan petugas bagi kader, dalam rangka kegiatan upaya penemuan penderita atau terduga penyakit TBC tersebut.