Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Blitar

Upload by Web Admin - Kamis, 02 April 2020

BLITAR KAB – Kamis (02/04/2020) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Blitar mengadakan rapat membahas langkah-langkah pengendalian inflasi yang akan mungkin terjadi dalam percepatan penanganan corona virus disease 2019 (Covid-19).

Rapat dipimpin dan dibuka oleh Bupati Blitar melalui teleconference dengan didampingi Asisten dan Staf Ahli serta diikuti peserta rapat dari seluruh kepala OPD, seluruh Camat, Kepala Bank Indonesia, Polres dan Polres Blitar Kota, Bulog dan PT. RMI.

Pada rapat tersebut Bupati Blitar menyampaikan keadaan perekonomian Kabupaten Blitar yang mengalami dampak akibat dari virus Covid-19, diantaranya harga beberapa bahan pokok yang naik meskipun tidak signifikan seperti gula, bawang putih, ayam pedaging dan telur.

Selain itu, banyak UMKM yang terpaksa menutup beberapa gerainya guna menghindari penyebaran virus corona. Terkait dengan hal tersebut Bupati Rijanto memberikan intruksi untuk menekankan “ Ayo Bela dan Beli Produk Blitar “ untuk membantu perekonomian masyarakat Kabupaten Blitar.

Bupati juga menyampaikan terkait Tim Gugus Tugas Virus Covid-19 yang telah melakukan beberapa upaya dalam pencegahan virus corona diantaranya, pergeseran anggaran, mensurvei masyarakat penerima bantuan yang terdiri dari UMKM, ojol dan masyarakat yang mengalami dampak dari Covid-19 serta mendorong perusahaan-perusahaan besar di Kabupaten Blitar untuk bergabung dalam program CSR dimana akan dimonitoring oleh Bagian BLP, Bagian Administrasi Pembangunan, Bappeda, DPMPTSP dan PUPR.

Kepala BI KPw Kediri menyampaikan bahwa pihak BI (Bank Indonesia) bersedia membantu proses monitoring harga bahan pokok di Kabupaten Blitar baik melalui operasi pasar maupun kegiatan lainnya. Selain itu BI juga akan membantu masyarakat dalam bentuk bantuan CSR.

Kepada BI KPw Kediri, Bupati juga meminta bantuan di bidang perbankan untuk meminta keringanan kredit untuk pelaku ekonomi yang mengalami dampak Covid-19. Pihak Bank Indonesia menanggapi hal tersebut, selanjutnya akan mengevaluasi hal itu sesuai dengan arahan pusat.

Pada kesempatan tersebut, Bulog Sub Drive Tulungagung juga menyampaikan jumlah stok beras untuk kabupaten Blitar sebesar 585,7 ton ( digudang Pojok ) dan 2728 ton ( digudang Bence ) dengan harga Rp. 8.100,-/kg. Stok bahan baku lainnya juga masih aman kecuali gula yang hanya tersisa stok sebesar 50 ton.

Lain lagi PT RMI menyampaikan, produk import gula sudah sampai sehingga sekarang dalam proses pengolahan. Gula tersebut kurang lebih sejumlah 2000 ton. Dengan mulainya proses pengolahan maka RMI menyatakan untuk bulan depan ketersediaan gula akan terjamin.

Masih dalam rapat yang sama, Polres Blitar menegaskan akan siap membantu dan mengawal proses monitoring bahan pangan yang ada di Kabupaten Blitar baik melalui operasi pasar maupun kegiatan lainnya. Namun, Polres sedikit terkendala dengan pendampingan pengiriman telur ke luar daerah, dimana telur merupakan salah satu komoditas unggulan di Blitar.

Menanggapi hal tersebut Bupati Blitar mengintruksikan kepada OPD terkait untuk bersurat kepada Gubernur agar mempermudah proses pengiriman dengan pendampingan dari pihak berwajib.

Selain itu, Bupati juga meminta bantuan kepada Polres untuk monitoring distributor-distributor pangan agar tidak menimbun barang sehingga menimbulkan kenaikan harga barang yang tinggi akibat kelangkaan.