Bupati Rijanto Sikapi Tiga Fokus Penanganan Covid-19 dari Mendagri RI Melalui Video Conference

BLITAR KAB – Bupati Blitar beserta jajarannya kembali melakukan video conference bersama Menteri Dalam Negeri RI, Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Kepala LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah), Ketua BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), Bareskrim (Badan Reserse Kriminal) Polri serta telah bergabung sejumlah 513 daerah (Provinsi dan Kabupaten/Kota) membahas terkait penanganan penyebaran wabah Virus Corona, Rabu (08/04/2020) di Ruang Command Center.

Menteri Dalam Negeri Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D mengatakan pandemi Covid-19 ini selain berimbas pada kesehatan juga berdampak pada sektor ekonomi. Kedua aspek itu menjadi prioritas dalam penanganan wabah Covid-19.

Menurut Mendagri Tito, hal itu diperlukan adanya strategi yang tepat dan terukur. Selain mengutamakan kesehatan, menjaga ekonomi juga diperlukan agar tidak jatuh terlalu dalam. Melalui kewenangannya, pihaknya memberikan arahan kepada kepala daerah untuk melakukan realokasi dana dan refocusing anggaran.

Selain realokasi dana dan refocusing anggaran, juga menyiapkan social safety net atau jaring pengaman sosial serta membantu dunia usaha tetap hidup dan survive.

Menyikapi hal itu, Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, MM mendorong kepada seluruh Pimpinan OPD di jajaran Pemerintah Kabupaten Blitar untuk secepatnya bergerak merealisasikan realokasi anggaran dan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 ini.

Sebagai wujud social safety net atau jaring pengaman sosial, Bupati Rijanto memberikan arahan dengan menyiapkan sembako sejumlah 57.571 untuk masyarakat, yang nantinya pembelanjaan melalui UMKM lokal seperti membeli beras dari Gapoktan maupun Bulog atau telur dari Koperasi Putera Blitar serta produk lainnya dengan tetap memberdayakan produk lokal. Rencananya, sembako akan diberikan satu bulan sekali selama tiga bulan.

Komentar