Gerakan Smart City Siap Menjadi Jembatan Kabupaten Blitar untuk Terus Berbenah

BLITAR KAB – Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Kominfo Kabupaten Blitar melakukan pemaparan evaluasi implementasi Smart City dihadapan Kementerian Kominfo RI secara daring di Command Center, Rabu (25/11/2020). Acara ini dihadiri Pjs Bupti Blitar Drs. Budi Santosa beserta beberapa pimpinan OPD Pemkab Blitar.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Blitar, Eko Susanto, ST., M.Si. menyampaikan, Kabupaten Blitar sudah mencapai 70 persen dalam program implementasi Smart City. Namun, pihaknya mengaku masih ada kendala dalam melaksanakan program Smart City, termasuk pada pembiayaan karena adanya refocusing anggaran dan jaringan fiber optik yang tidak bisa tercapai di titik-titik tertentu serta adanya keterbatasan SDM.

Pada program Smart City ini, Pemerintah Daerah dituntut untuk menciptakan satu inovasi baru dalam setiap tahunnya. Eko Susanto menyebut, Kabupaten Blitar memiliki salah satu program unggulan dari Quick Win indikator Smart City dengan memanfaatkan digitalisasi yaitu Call Center kegawatdaruratan (Blitar Siap 112), Co-working space, pemberdayaan SDM berbasis TIK dan program penanganan pandemic Covid-19.

“Kenapa kita pilih ini, tentu ini ada latar belakangnya, satu pelibatan seluruh masyarakat, kedua mampu menyelesaikan banyak persoalan, ketiga inovasi, keempat punya trigger untuk perbaikan sistem layanan,” ungkapnya.

Dia berharap Gerakan Smart City menjadi jembatan Kabupaten Blitar untuk terus berbenah, baik infrastruktur, pelayanan, maupun kesejahteraan masyarakat.

Sebagai informasi, Kabupaten Blitar merupakan salah satu dari 100 kabupaten/kota yang masuk dalam program Smart City. Program ini sudah berjalan selama dua tahun dengan visi Cepat, Nyaman, dam Sejahtera.

Komentar