DINKES KAB. BLITAR MINTA KORBAN BANJIR WASPADAI PENYAKIT DIARE DAN SALURAN PERNAFASAN

Upload by - Senin, 23 Desember 2013

Meski banjir di Kelurahan Sutojayan dan Desa Bacem berangsur normal, namun warga diminta mewaspadai penyakit penyerta bajir. Menurut keterangan Kasi P3MK Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Hendro Subagyo, keadaan banjir menimbulkan penyakit. Hal ini dikarenakan banyaknya sampah yang hanyut terbawa air banjir, air got yang bersatu dengan air banjir yang menimbulkan bau yang tidak sedap ataupun septik tank yang luber dan isinya terbawa air kemana-mana. Akibatnya, lingkungan menjadi sangat kotor, sehingga mempermudah timbulnya penyakit pasca banjir, seperti diare, DBD, leptospirosis, ISPA, cacingan, dan berbagai penyakit penyerta lain. Banjir juga menimbulkan dampak menurunnya kondisi tubuh dan daya tahan terhadap stres. Untuk itu, warga diminta benar-benar menggunakan air bersih untuk kebutuhan minum dan mandi agar dapat terhindar dari berbagai penyakit tersebut. Penanganan yang telah dilakukan terhadap korban banjir, yang kebanyak menderita sakit kulit maupun saluran pernafasan. Sedangkan khusus untuk balita sudah diberikan bantuan berupa susu formula. Sementara itu, untuk balita dan lansia mendapat penanganan kesehatan secara khusus karena kondisi kesehatan yang sangat rentan diserang penyakit. Bahkan jika banjir terjadi selama satu minggu berturut-turut akan dilakukan imunisasi campak pada balita untuk meningkatkan kekebalan tubuh. (IR-Dishubkominfo)