ERUPSI GUNUNG KELUD, PEMKAB. BLITAR SIAGA

Upload by - Minggu, 16 Februari 2014

Blitar – Setelah PVMG menaikkan status Gunung Kelud dari waspada menjadi Siaga, Pemerintah kabupaten Blitar segera melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi melestusnya Gunung yang sejak 1990 lalu meletus. Pemkab. Blitar membentuk 10 kluster dengan tugas yang berbeda. Selain itu juga melakukan sosialisasi di berbagai daerah rawan bencana, seperti di Nglegok dan Desa Karangrejo Garum. Dalam sosialisasi tersebut, Wabup yang didampingi unsur Forpimda lain mengajak masyarakat untuk waspada dan siap-siap ketika status Kelud dinaiikkan menjadi awas. Warga harus segera meninggalkan rumah untuk mengungsi.

Data yang terhimpun dari 4 kecamatan rawan bencana, yakni Ponggok, Nglegok, Garum dan Gandusari ada sekitar 32.846 jiwa yang siap diungsikan. Bahkan beberapa peralatan sepeti alat transportasi, tangki air sampai masker telah disediakan oleh Pemkab. Blitar.

Kamis, 13 Pebruari 2014, status Gunung Kelud dari Siaga Level III menjadi awas. Sekitar pukul 22.50 WIB, gunung tersebut meletus. Sekitar 28.970 jiwa dari 4 kecamatan dievakuasi di 63 titik. Proses evakuasi dimulai pukul 16.00 WIB, dengan 16 desa. Bupati Blitar, Wabup serta seluruh Kepala SKPD dan unsur Forpimda segera menuju lokasi Kecamatan Nglegok untuk turut melakukan evakuasi kepada warga. Bupati Blitar, H. Herry Noegroho menegaskan, tanggap darurat Bencana Kelud selama tujuh hari. Diharapkan, warga tetap tenang dipengusian. Tujuannya untuk keamanan, keselamatan mereka. Sabtu (15/2), bencana Kelud menyita perhatian Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. Orang nomor satu di jawa Timur ini mengunjungi pengungsi dibeberapa titik lokasi pengungsian. Diungkapakannya, Pemprov. Jatim akan membantu para korban.

 

PKK Peduli Korban Kelud

Bencana Gunung Kelud yang hampir dirasakan oleh seluruh warga di Seluruh Pulau Jawa menyita perhatian, satu diantaranya Tim Penggerak PKK Kabupaten Blitar. Ny. Ninik Rijanto, Ketua rombongan TP PKK Kabupaten Blitar mengunjungi beberapa lokasi pengungsian di Kecamatan Gandusari untuk memberikan bantuan. Tujuannya, bantuan berupa beras, mie instan , biscuit dan air mineral tersebut bisa dimanfaatkan setelah para pengungsi kembali ke rumah masing-masing. Ny. Ninik Rijanto berpesan, bantuan dari TP PKK tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik. Juga para pengungsi diharapkan sabar mengahadapi musibah tersebut. Ditempat terpisah, Wabup beserta rombongan menyerahkan bantuan kec. Nglegok. Orang nomor dua di Kabupaten Blitar ini berpesan, agar bantuan tersebut bisa bermanfaat. (Humas)