WAKIL PRESIDEN BOEDIONO KUNJUNGI KAWASAN RAWAN BENCANA ERUPSI GUNUNG KELUD DI BLITAR

Upload by - Selasa, 29 April 2014

Kecamatan Nglegok merupakan satu diantara daerah rawan  bencana erupsi Gunung Kelud di Kabupaten Blitar. Minggu (27/4) bersama rombongan, Wakil Presiden Boediono  yang didampingi Ibu Hera Boediono mengunjungi wilayah ini. Orang nomor dua di Indonesia ini  mendatangi Puskesmas Nglegok  dan salah satu Sekolah Dasar di Desa Modangan. Wapres ingin melihat lebih jauh penanganan kesehatan dan pendidikan, mulai pra sampai pasca erupsi Gunung Kelud di Kabupaten Blitar.

            Di Puskesmas Nglegok, Informasi yang disampaikan kepada Wapres diantaranya; setelah dikeluarkannya status Siaga Level III Tindak Komandan Darurat Bencana (TDB) Gunung Kelud mengaktifkan 10 Klaster, diantaranya Klaster Kesehatan. Pada saat status masih waspada hingga naik level siaga, klaster kesehatan yang terdiri dari seluruh Puskesmas di Kabupaten Blitar, Rumah sakit baik pemerintah maupun swasta, tenaga medis TNI, PMI, relawan kesehatan, SBH (Brigade Penolong), Kasubag Keuangan BPBD melaksanakan kegiatan berupa;

  1. Membentuk tim kesehatan
  2. Menyiapkan logistik berupa obat-obatan habis pakai dan masker
  3. Melaksanakan rakor-rakor terkait perkembangan status Gunung Kelud

Ketika terjadi letusan, Kamis, 13 Pebruari 2014, seluruh kekuatan tim kesehatan yang terdiri dari 48 tim kesehatan, 8 tenaga medis TNI, dan 40 Personil SBH sudah siap di titik-titik pengungsian dan posko bencana untuk memberikan pertolongan apabila diperlukan. Ketua Klaster selalu melaporkan dan menyampaikan segala sesuatu yang terjadi dalam rapat Tim Koordinasi Penanggulangan Bencana yang diadakan di Pendopo Kabupaten Blitar yang dipimpin oleh Bupati Blitar, H. Herry Noegroho setiap pagi dan malam (07.00 pagi dan 20.00 malam).

Pasca erupsi, tim Kesehatan siap 24 jam di seluruh titik pengungsian. Selama masa tanggap darurat masyarakat yang sakit mendapat pelayanan kesehatan secara gartis, yakni sejumlah 1.639 pengungsi dari seluruh pengungsi sejumlah 12.000 (13%). Setelah masa tanggap darurat dicabut pada 25 Pebruari 2014, maka Posko 24 jam berakhir. Ini digantikan  dengan kegiatan visite tanggap darurat. Dalam rangka visite tanggap darurat seluruh Puskesmas ditugaskan untuk mengunjungi lokasi-lokasi terdampak erupsi Gunung Kelud dan berkeliling mengecek kesehatan masyarakat sampai dengan tanggal 15 Maret 2014.  Setelah visite tanggap darurat selesai maka PMI mengadakan kegiatan bakti sosial pengobatan gratis bekerjasama dengan IDI Cabang Kabupaten Blitar berkeliling secara bergantian ke lokasi terdampak sampai dengan tanggal 11 April 2014.

Sementara itu di bidang pendidikan, Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar sebelum sampai dengan sesudah erupsi juga melakukan beberapa kegiatan diantaranya; sebelum erupsi pihak Dinas Pendidikan melalui UPTD-UPTD yang ada di kecamatan melakukan sosialisasi terkait bencana erupsi Kelud. Langkah-langkah penyelamatan dokumen penting mulai dilakukan. Ketika status dinaikkan, Dinas Pendidikan mendirikan posko-posko di masing-masing UPTD dengan induk Dinas Pendidikan.

Saat erupsi, semua personil masing-masing Posko proaktif melakukan pendataan aset riil lembaga pendidikan yang terdampak. Pembelajaran meskipun tidak sesuai dengan jumlah jam belajar mengajar tetap dilakukan di lokasi pengungsian. Sabtu, 19 Februari 2014, seluruh Kepala UPTD  dikumpulkan. Tujuannya salah satunya ikut proaktif memberikan bantuan kepada para korban baik materi maupun non materi seperti kebutuhan sehari-hari dan nasi bungkus. Minggu, 20 Februari 2014 mereka ikut kerja bakti membersihkan sekolah-sekolah yang terkena dampak erupsi Kelud. Sekedar catatan, beberapa Posko yang dibentuk oleh Dinas Pendidikan antara lain;

 

 

 

  1. Posko I di kantor UPTD Nglegok
  2. Posko II SDN Nglegok 01
  3. Posko III SDN SDN Modangan 05
  4. Posko IV SDN Penataran 04
  5. Posko V SDN Kedawung 02
  6. Posko VI SDN Sumberasri 01

Seperti yang diketahui pula, status Siaga Level III Tindak Komandan Darurat Bencana (TDB) Gunung Kelud mengaktifkan 10 Klaster, yakni;

  1. Klaster Managemen Koordinasi
  2. Klaster Ketertiban
  3. Klaster Ketertiban dan Keamanan wilayah Polres Kabupaten Blitar
  4. Klaster Sistem Informasi, Komunikasi dan Hubungan Masyarakat
  5. Klaster Pencarian, Penyelamatan dan Evakuasi (PPE)/SAR
  6. Klaster Kesehatan
  7. Klaster Pemenuhan Dasar
  8. Klaster Perbaikan Pemulihan Sarana dan Prasarana Fasilitas Vital
  9. Klaster Transportasi
  10. Klaster Logistik, Peralatan dan Pengelolaan Bantuan          ( Humas)